Connect with us

Advertorial

Maksimalkan Sosialisasi dan Penegakan Perda, Satpol PP Kabupaten Serang Rekrut 44 Tenaga Bantuan Oprasional

Published

on

Satpol PP Kabupaten Serang saat Melakukan Penegakan Peraturan Daerah (BantenHits.com/Mahyadi)

Serang – Satpol PP Kabupaten Serang terus melakukan penegakan dan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda). Bahkan dalam hal tersebut Sapol PP turut menggandeng Linmas di masing-masing desa.

Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Adjat Sudrajat mengatakan, bahwa di tahun 2021 ini penegakan Perda dilakukan satu bulan sekali kaitannya dengan pasus pada seperti di pasar, tempat wisata, bangunan liar.

“Penegakan perda yang pure (Murni) kita coba garap ada korelasinya dengan Linmas, jadi di 2021 kita coba penertiban Perda dilakukan 1 bulan sekali yang kaitannya dengan Linmas,” katanya kepada awak media di kantornya, Senin 29 Maret 2021.

Adjat mengaku, sudah melaksanakan seleksi Linmas di tiap desa sesuai kriteria dan didapat 44 Tenaga Bantuan Operasi (TBO) yang akan membantu tugas Satpol PP.

BACA :  Pasien COVID-19 di Wisma PKPRI Banyak yang Sembuh, Sekda: Yang Positif Isolasi di Sini Semua Terjamin

“Linmas kita jadikan TBO, Linmas yang membantu pelaksanaan Satpol PP saat ini sudah kita rekrut 44 orang,” ungkapnya.

Lanjut ia menjelaskan, 44 TBO yang direkrut bagi tiga regu untuk pelaksanaan tugasnya baik itu jaga, piket dan lepas piket, patroli, maupun dalam kegiatan giatnya atau kegiatan linmasnya.

“Kita juga kontrol saat malam muter di rumah dinas dan tugas mengamankan aset setiap malam. TBO kita butuhkan dia kita bayar kalo tidak kerja tidak kita bayar,” ujarnya.

Di Satpol PP Kabupaten Serang saat ini terdapat 97 orang, 90 non PNS dan 7 orang PNS.

“Ini kurang ideal, minimal kita 150 maksimal 350 personil, kita hanya bisa rekrut dari CPNS dan kita hanya dapat 3 orang setiap penerimaan,” jelasnya.

BACA :  Pemkot Tangerang 'Gercep' Tangani Banjir: Bangun Pos Kesehatan hingga Gotong-royong Suplai Bantuan

Sedangkan untuk kendaraan roda empat sendiri, di Satpol PP Kabupaten Serang hanya memiliki 11 kendaraan terdiri dari 5 kendaraan dinas, 2 unit dalmas dan  4 unit mobil patroli.

“Idealnya minimal kita punya tiga regu naik turun Dalmas itu di 5 sampai 6, kendaraan patroli itu ada kendaraan pengawalan ada juga kendaraan yang buat bencana, meski tidak digunakan setiap hari ya,” ungkapnya.

Untuk pekat atau penyakit masyarakat akan dilaksanakan pertriwulan atau per tiga bulan sekali melakukan patroli. Namun jika ada aduan masyarakat Satpol PP akan turun langsung.

“Tapi kalau ada yang membuat keresahan masyarakat akibat hiburan malam kita tetap turun, gol ahirnya kita satpol PP kedepannya kita tetap humanis tapi tetap tegas,” paparnya.

Satpol PP Kabupaten Serang saat Melakukan Oprasi Penyakit Masyarakat (BantenHits.com/Mahyadi)

Lanjut Adjat menyatakan pentingnya dalam melaksanakan penegakan perda dan berfokus untuk melakukan bersinergi dengan Dispendagkop, Perijinan, Pariwisata dan Dishub

BACA :  Seperti Apa Kondisi Presiden Jokowi saat Disuntik Vaksin COVID-19 Perdana?

“Mudah-mudahan ada peningkatan PAD perpajakan di hotel untuk pengendalian dan pengawasan disamping nanti giat kolaborasi tersebut,” beber dia.

Grafik cukup signifikan patroli yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Serang di masa Pandemi COVID-19 sudah melakukan 21 kali patroli selama satu bulan dan penertiban satu bulan sekali.

“Kedepan sosialisasi Perda kita akan kerjasama dengan hukum sehingga masyarakat tau hukumnya dan sanksinya,” terangnya.

Kedepan, ia berharap ada riwerd bagi masyarakat yang sadar hukum bukan hanya sanksi saja yang diberikan masyarakat yang melanggar hukum.

“Seperti kelompok sadar wisata, nanti kami bikin ada kelompok sadar hukum bagian dari pada di desa minimal memberikan informasi terkait Perda, sehingga tugas kami terbantu,” tungkasnya. (ADVERTORIAL)



Terpopuler