Connect with us

Berita Terbaru

Kisah tentang Kijut warga Banten yang Diangkut Densus 88 Sehari setelam Bom Meledak di Gereja Katedral Makassar

Published

on

FOTO Ilustrasi: Anggota Sat Brimob Polda Banten saat menjinakan bom dalam latihan rutin.(Banten Hits/ Mahyadi)

Tangerang – Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri dan Polda Metro Jaya melakukan penangkapan di sejumlah wilayah di Bekasi, Cikarang, dan Tangerang, sehari setelah aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021.

Salah satu yang ditangkap Densus 88 adalah AJ alias Kijut (47), warga Jalan Cirendeu Indah IV, RT02/01, Kelurahan Cireundeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

Dikutip BantenHits.com dari SindoNews.com, penangkapan Kijut, Senin sore, 29 Maret 2021, mengejutkan warga di sekitar Kijut tinggal.

Di mata warga Kijut merupakan pria yang ramah dan santun ini. Dia dikenal sebagai mantan pria nakal. Badannya penuh dengan tato, suka mabuk, dan pernah merasakan hidup di penjara.

BACA :  Kalah di Pilkada Pandeglang 2020, Thoni-Imat Pertimbangkan Layangkan Gugatan ke MK

KM (42), tokoh masyarakat sekitar mengatakan, Kijut dulu dikenal urakan. Suka nongkrong dan mabuk. Bahkan, pernah di penjara karena narkoba. Namun itu dulu, 15 tahun yang lalu. Kini, Kijut berubah total.

“Mulai hijrah setelah ditangkap kasus narkoba 15 tahun lalu. Sejak itu udah gak pernah nongkrong dan minum-minum lagi,” kata KM kepada, Senin malam, 29 Maret 2021.

Meski usia mereka terpaut jauh, KM mengaku kenal baik dengan Kijut. Mereka bahkan sering nongkrong dan mabuk bareng. Meski badan penuh tato dan suka minum, Kijut tidak pernah terlibat tindak kriminal seperti mencuri maupun tindak perkelahian.

“Dia itu seniman, sempat bikin kaligrafi. Jago bikin kaligrafi. Jiwa seninya tinggi. Banyak yang suka padanya. Dia juga pandai bikin tato batik. Nongkrong bareng, minum sama-sama dulu,” tuturnya.

BACA :  Komunas Lebak Sebut Kondisi Bantaran Sungai Ciujung Memprihatinkan, Ini Penyebabnya

Saat pertama ramai Front Pembela Islam (FPI), Kijut telah lebih dahulu terlibat. Bahkan, dia termasuk yang dituakan di wilayah itu sebagai laskar FPI. Dia juga lah orang pertama mengenalkan FPI di wilayah itu, hingga banyak yang terlibat dan bergabung.

“Orangnya aktif di kepemudaan wilayah. Dia yang pertama membawa bendera FPI di sini. Waktu Pilpres 2019, dia ngawal kotak dan timnya, sedikit banyak ngebantu juga. Dia asli warga sini, asli orang Cirendeu. Cuma tinggal mengontrak,” paparnya.

Saat mendengar kabar Kijut ditangkap oleh Densus 88 dan diduga terlibat jaringan terorisme bom bunuh diri di gerbang Gereja Katedral, warga kaget. Tidak ada yang menyangka Kijut bagian dari gerakan itu.

BACA :  RS Polri Sudah Terima 24 Kantong Jenazah, Basarnas Prediksi Seluruh Penumpang Pesawat Lion Air JT-610 Tewas

Siang tadi, sekitar pukul 11.00 WIB, Kijut dijemput paksa puluhan anggota polisi bersenjata lengkap. Kijut dijemput dari rumahnya. Dalam penangkapan itu, polisi juga menyita satu karung barang bukti. Diduga, Kijut berperan sebagai perakit bom bunuh diri.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler