Connect with us

Berita Utama

Polisi Lepas Penabrak Anak yang Kini Duduk di Kursi Roda, Mamah Muda di Serang Lapor Propam Polda

Published

on

Anisa Elfa, menunjukkan foto anaknya dan laporan ke Propam Polda Banten. Anisa meminta keadilan karena penabrak anaknya yang kini harus duduk di kursi roda dilepaskan polisi. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Ibu mana yang hatinya tak teriris melihat buah hati yang tadinya sehat, kini harus duduk di kursi roda? Seperti itulah yang dialami Anisa Elfa (28), seorang mamah muda di Serang warga Lingkungan Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

AA (7), anak laki-laki Anisa Elfa, kini harus pasrah duduk di kursi roda akibat luka serius dibagian kaki sebelah kanan setelah mengalami patah tulang kaki akibat tertabrak kendaraan roda empat tepat di depan rumahnya, 2 Januari 2021 lalu.

Anisa tak kuat menahan tangis saat menceritakan kejadian naas yang merenggut kebahagiaan sang buah hati yang kini hanya bisa duduk di kursi roda.

Ia menjelaskan awal mula kejadian tersebut ketika AA sedang main bersama teman-temannya di depan rumah sekitar jam 2 siang pada awal Januari 2021.

“Abis main mau jajan pas mau nyebrang, langsung ditabrak. Anak saya bisa cerita tiga Minggu setelah kejadian karena trauma,” jelasnya kepada awak media di rumahnya, Rabu 31 Maret 2021.

BACA :  Rano Siapkan Program Khusus Bagi Eks Anggota Gafatar Asal Banten

AA bercerita kepada sang ibunda, bahwa saat kejadian AA melihat mobil yang dikendarai oleh SP masih jauh.

“Kata anak saya pas liat itu mobil masih jauh, tapi pas menyebrang udah di deket dede katanya langsung ditabrak,” ungkap Anisa menceritakan yang anaknya alami.

Korban AA terseret sejauh tiga meter dan dengan kondisi paha kaki kanan yang hampir habis tergerus aspal jalanan dan terlindas ban mobil.

“Ketabrak kejauhan tiga meter luka kakinya patah di daging dan kulit anak saya juga berceceran di jalan,” ungkapnya.

Menurut Anisa, saat kejadian ada seorang sales makanan yang melihat. Korban AA ditabrak oleh pengendara mobil dan langsung menolong dalam kondisi parah AA berada di kolong depan mobil.

“Kejadian jam dua siang kondisi sepi, iya kejadiannya sudah tiga bulan lalu. Pas kejadian langsung di bawa ke rumah sakit karena kondisinya sudah parah urat kakinya putus,” jelasnya.

BACA :  Bantuan Penyandang Disabilitas di Lebak Belum Cair

Satu bulan setelah melakukan pengobatan, keluarga Pengemudi SP mendatangi rumah korban guna menyelesaikan secara kekeluargaan. Karna biaya pengobatan yang sudah menghabiskan puluhan juta, keluarga korbanpun menolak melakukan mediasi dengan kompensasi pengemudi yang hanya memberikan Rp 5 juta. 

“Karna kita abis Rp 40 juta operasi yang nabrak ini mau ngasih Rp 5 juta dan naik mau ngasih Rp 15 juta tapi keluarga masih merasa keberatan. Karena sampai saat ini pun kita masih melakukan pengobatan anak saya ini karena anak saya masih pengobatan jalan dan uang yang habis hampir Rp 100 juta,” paparnya.

Pengemudi Ditahan Namun Kemudian Dilepas

Setelah tidak ada jalan keluar, pihak kepolisian Polres Serang melakukan olah TKP dan pada tanggal 22 Febuari 2021 kepolisian mengeluarkan surat penahanan.

Namun, belakangan ternyata keluarga korban justru mendapatkan informasi penabrak malah dilepas polisi.

“Tapi nyatanya si penabrak ini masih berkeliaran belum juga ditahan. Saya merasa keberatan, tidak adil. Anak saya sakit duduk di kursi roda tapi pelaku masih berkeliaran,” ungkapnya.

BACA :  Reaktivasi Jalur KA Rangkasbitung-Pandeglang, Dishub Sebut 127 Rumah Tergusur Ditahap Pertama

Tidak terima dengan kejadian tersebut, pada tanggal 9 Maret 2021 keluarga korban laporan ke Propam Polda untuk minta keadilan dalam hal kebajikan dan ketegasan Kapolres yang tidak menahan tersangka.

“Setelah kita laporkan ke Propam tanggal 10 Maret itu hasil penyelidikan turun” katanya.

Anisa menduga ada permohonan penangguhan oleh kuasa hukum SP kepada Kapolres Serang AKBP Maryono.

“Tidak ditahan alasan Kasatlantas COVID-19 dan kapasitas sel yang penuh. Sampai sekarang juga belum p21 berkasnya belum sampai ke kejaksaan karna penanganan masih di kepolisian,” jelasnya.

Kini keluar korban masih menunggu kejelasan kasus yang dialami oleh AA dan berharap kasus tersebut selesai dengan diberikannya hukuman yang setimpal kepada SP selaku pengemudi.

“Saya sebagai orang tua tentu sedih melihat teman sebayanya main dengan berlarian sedangkan anak saya harus duduk di kursi roda kadang juga AA ngomong kapan ya mah Dede bisa jalan lagi tanya dokter dong,” ungkapnya sambil meneteskan air mata.

“Kini saya hanya pasrah dan terus berusaha agar anak saya kembali bisa berjalan. Kepada pelaku di berikan hukuman yang sesuai jangan seperti ini,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler