Connect with us

Berita Pemda

Kabar Baik buat Petani di Serang! Nilai Jual Padi Bisa Naik Setelah Pemkab Kerjasama dengan Empat Perusahaan Pertanian Ini

Published

on

Pemkab Serang menjalin kerjasama dengan empat perusahaan pertanian untuk meningkatkan harga jual padi di Kabupaten Serang. (Istimewa)

Serang – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Serang melalui  Dinas Pertanian Kabupaten Serang melakukan Memorendum of Understanding (MoU) dengan empat perusahaan bidang pertanian.

Kerja sama tersebut telah dilakukan dan disaksikan langsung Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di Pendopo Bupati Serang, Rabu, 31 Maret 2021.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang  Zaldi Dhuhana menjelaskan, melalui kerjasama tersebut, kualitas dan mutu gabah yang dipanen terjaga dan meningkatkan nilai jual padi. Empat perusahaan tersebut yakni, PT Agro Serang Berkah (ASB), PT Pupuk Indonesia Pangan (PIP), PT Agro Jabar (AJ), dan PT Jawara Indonesia Pangan (JIP).

BACA :  Cegah Klaster Baru Covid-19 di Kabupaten Serang, Satpol PP 'Sikat' Tempat Hiburan di JLS

“Kerjasama dengan  PT ASB dan PT PIP untuk pengelolaan 6 unit combine harvester, sarana produksi agro solution dan penyerapan gabah petani. Sedangkan PT ASB dengan PT JIP dalam penyerapan gabah petani untuk bahan baku premium,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu, 4 April 2021.

Ia menambahkan, PT ASB dan PT AJ juga akan membantu petani terkait pembiayaan usaha tani jagung dan suplai jagung pipilan kering ke pabrik pakan di Kabupaten Serang.

“Dukungan pengembang jagung di Serang dapat meningkatkan suplai bahan baku ke pabrik pakan di Kabupaten Serang,” tuturnya.

Zaldi berharap, hasil kerja sama tersebut bisa meningkatkan pendapatan petani di Kabupaten Serang.

“Ujungnya adalah meningkatnya kesejahteraan petani,” imbuhnya.

BACA :  Tangani Kasus Korupsi, Polisi di Cilegon Diganjar Penghargaan dari Adik Ratu Atut Chosiyah, Apa Itu?

Direktur PT Agro Serang Berkah, Neneng Sri Hastuti Handayani mengatakan, melalui kerja sama tersebut, petani bisa terbantu mulai dari proses produksi hingga penjualan.

“Petani tidak usah mikirin modal, proses panen dan penjualan sehingga bisa fokus untuk produksi pertaniannya saja,” imbuhnya.

Hasil dari kerja sama tersebut, kata Neneng, petani akan terbantu dengan alat yang disediakan oleh pihak perusahaan saat proses panen dan penjualan.

“Melalui combine harvester lebih mempercepat proses panen dan penjualan pasti akan meningkat. Proses pemasaran pun dibantu oleh Kami,” katanya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler