Connect with us

Berita Terbaru

Gila! Harga Gas Elpiji 3 Kg di Patia Pandeglang Tembus Rp 30 Ribu

Published

on

Ilustrasi Tabung Gas Elpiji 3 Kilogram. (FOTO: sayangi.com)

Pandeglang – Harga gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Pandeglang, kembali dikeluhkan warga. Pasalnya harga gas elpiji itu melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang berkisar Rp16 ribu.

Agus warga Desa Surianeun, Kecamatan Patia mengaku kesal dengan tingginya harga elpiji bersubsidi tersebut. Padahal, di Desa tersebut terdapat pangkalan gas elpiji.

“Padahal di wilayah Surianeun ada pangkalan gas elpiji 3 kilogram, tapi harganya tetap mahal dan tidak jelas. Ada yang Rp28 ribu ada juga yang Rp30 ribu,” katanya, Rabu 7 April 2021.

Meski ada pangkalan gas elpiji, namun warga tidak diperbolehkan membeli langsung ke pangkalan sesuai harga HET. Sementara jika membeli ke pengecer harganya cukup mahal bisa mencapai di atas Rp30 ribu per tabung.

BACA :  Tujuh Proyek Jalan di Lebak Senilai Rp37 Miliar Dilelang; Pengerjaan Awal September

“Padahal pangkalan sangat dekat, tapi tetap saja harganya sangat mahal. Tentu saja kondisi ini mencekik kami, bagaimana tak mencekik harganya dipenjual sangat tinggi sekali,” keluhnya.

Sementara Kades Surianeun, Buang tak menampik bahwa di wilayahnya ada agen atau pangkalan gas elipiji 3 kilogram. Namun meski demikian, harga gas elpiji tetap mahal.

Selain mahal ungkap Buang, warga juga kerap mencari gas tersebut hingga keluar desa karena selain mahal harganya sering terjadi kelangkaan.

“Iya banyak keluhan dari warga, sudah mahal ditambah tidak ada (langka). Kadang warga banyak nyari ke luar Desa dan bahkan Kecamatan, padahal di Surianeun ada agen tabung,” tutupnya.

Editor : Darussalam Jagad Syahdana

BACA :  Bupati Serang: Semua Harus Bergerak Tangani Bencana Anyer



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler