Connect with us

Berita Terbaru

Setiap Sore Pria Asal Walantaka Selalu Gantung Barang Eletronik, Tengah Malam Warga Lihat Penampakan Ini

Published

on

HL (26), warga Cigoong, Kecamatan Walantaka, Kota Serang dan Adik Iparnya, DN (25) saat di BAP Petugas (BantenHits/Mahyadi)

Serang – HL (26), warga Cigoong, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, saban sore selalu melakukan kegiatan yang aneh, yakni menggantung barang elektronik yang dijual di tempatnya bekerja.

Kebiasaan aneh HL ini akhirnya terbongkar setelah warga sekitar tengah malam melihat penampakan di atas atap toko. Ternyata penampakan tersebut adalah komplotan maling yang sedang beraksi.

Aksi pencurian di toko yang terletak di Pasar Ciruas, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, itu dilakukan bersama adik iparnya DN (25). HL dan DN kini sudah diamankan pihak Kepolisian.

Kepada polisi HL mengaku, sudah tiga kali melakukan pencurian tersebut. Cara pencurian tersebut di dapat HL dari pengalaman rekan kerjanya berinisial SF yang juga melakukan aksi yang sama.

BACA :  BNN Periksa Urine Sopir Bus di Terminal Mandala

“Pertama ngambil kipas angin, kedua rice cooker, yang ketiga kalinya saya ketangkap, pas ngambil mesin air sama kipas angin,” kata HL kepada awak media, Rabu 7 April 2021.

Menurut HL, barang hasil kejahatan diserahkan kepada SF yang kemudian dijual kembali, setelah terjual uang hasilnya digunakan untuk membeli rokok.

“Kebagian Rp50 ribu, yang jual si SF. Uangnya buat beli rokok,” ucapnya.

Lebih lanjut, HL menambahkan aksi pencurian di toko tersebut dilakukannya pada malam hari. Namun sebelumnya telah dipersiapkan terlebih dahulu, yaitu barang-barang yang akan dicuri digantung menggunakan tali, untuk memudahkan aksinya.

“Kalau adik ipar saya (DN) cuma ngantar, enggak tau apa-apa. Cuma keburu ditangkap warga,” jelasnya.

BACA :  Aksi Pencuri Mobil Pickup Milik Yayasan Pendidikan di Serang Terekam CCTV

Sementara Kapolsek Ciruas, AKP Syarif Hidayat mengatakan, kedua pelaku ditangkap pada 1 April 2021 lalu, dimana pelaku tertangkap tangan oleh warga saat melakukan pencurian di toko pada malam hari.

“Dari keterangan pelaku, barang curian digantung di lantai 3 saat pulang kerja. Pada malam harinya dia kembali, untuk mengambil barang dengan cara naik ke genting toko sebelahnya,” katanya.

Syarif menambahkan, dari tangan keduanya Polisi mengamankan barang bukti sebuah pompa air listrik, dan sebuah kipas angin listrik, dengan total kerugian sebesar Rp2 juta.

“Pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), tentang pencurian dengan pemberatan (Curat) ancaman hukumanya pidana penjara paling lama 7 tahun,” tungkasnya.

BACA :  Puluhan Tempat Usaha di Cibaliung Pandeglang Belum Kantongi IMB

Editor : Engkos Kosasih



Terpopuler