Connect with us

Berita Utama

Terobosan Pemkot Serang, Sampah Anorganik Kini Bisa Dipakai untuk Bayar SPPT-PBB

Published

on

Wali Kota Serang, Syafrudin mengamati beragam hasil kreasi dari sampah anorganik. Di Kota Serang, sampah anorganik bisa dipakai bayar SPPT-PBB. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Pemerintah Kota atau Pemkot Serang melakukan terobosan. SPPT-PBB kini bisa dibayar dengan sampah anorganik. Terobosan ini tercipta berkat kerjasama Kecamatan Serang dengan Bank Sampah Digital.

Wartawan BantenHits.com Mahyadi melaporkan, Wali Kota Serang, Syafrudin ditemani Wakil DPRD Kota Serang Fraksi PKS Hasan Basri menghadiri launching program tersebut, Kamis, 8 April 2021.

Syafrudin berharap, kecamatan lain bisa meniru Kecamatan Serang, sehingga bank sampah di Kecamatan Serang ini bukan lagi 37 bank sampah, akan tetapi semua RT yang ada di Kota Serang.

BACA :  AP II Pastikan Terminal 3 Ultimate Soetta Beroperasi 20 Juni

Dengan diterapkannya program tersebut, volume sampah pada pembuangan akhir akan berkurang.

“Jadi setelah diolah dan dipilah menjadi kerajinan, kompos dan lainnya, lalu sisanya dibuang ke TPSA Cilowong,” kata Syafrudin kepada awak media. 

Wali Kota Serang menargetkan, setia RT se-Kota Serang memiliki bank sampah agar TPSA tidak memikili beban. Artinya, hanya sisa sampah yang dibuang.

“Kami juga nanti akan koordinasikan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang agar bank sampah ini terus berkembang. Kepada masyarakat juga supaya berkembang karena sampah juga bisa bernilai ekonomis,” katanya. 

Di tempat sama, Camat Serang Farah Richi menyampaikan, untuk membayar bank sampah itu syaratnya menjadi nasabah terlebih dahulu.

BACA :  Kartu Berkah Janji Kampanye Irna Narulita Belum Dicetak, Dinsos: Tunggu Kesiapan APBD

“Jadi setelah menjadi nasabah bank sampah, sampah ditimbang dengan membawah SPPT dengan KTP, itu bisa melakukan transaksi PBB,” katanya. 

Sedangkan untuk jenis sampahnya sendiri adalah anorganik. Seperti kertas, kardus, botol, plastik dan lainnya.

“Kecamatan Serang ada di semua titik tempat pembayarannya dengan hitungan per kilo dengan secara umum konvensasi per transaksi,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler