Connect with us

Berita Utama

Masyarakat Cilegon Protes, Rumah Dinas Wali Kota Dipenuhi Atribut Partai Berkarya

Published

on

Atribut Partai Berkarya berjejer di Rumah Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian. (FOTO Tangkap Layar Video).

Cilegon- Sebuah video penampakan rumah dinas Wali Kota Cilegon tengah ramai menjadi perbincangan publik di media sosial.

Bagaimana tidak, video berdurasi 2 menit yang diposting oleh Silvy Shofawi Haiz itu mempertontonkan banyaknya atribut partai di rumah dinas orang nomor 1 di Kota Baja itu.

“Ketua DPRD Kota Cilegon, ini tidak patut dan tidak bagus ini,” ucap Silvy dalam video itu.

Wanita yang diketahui berprofesi sebagai pengacara itu juga sempat menegur salah seorang pemuda yang mengaku tengah memasang spanduk yang bertulis ‘Selamat dan Sukses Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Berkarya Provinsi Banten dan Pelatihan Kader Berkarya se-Provinsi Banten’.

“Cabut, ini Rumah Dinas Walikota, engga boleh. Kalau spanduk boleh, bendera kaya begini engga boleh. Engga boleh kaya gini, engga bagus ini, ini ngajarin engga bener. Nanti partai lain juga kaya begini nanti. Bilang engga boleh sama Bu Silvi gitu,” ujarnya.

BACA :  Polsek Pondok Aren Ringkus Tiga Pemuda Pemerkosa Pembantu Rumah Tangga di Bintaro Jaya

Silvy meminta kepada pemuda yang tengah memasang spanduk tersebut untuk segera mencabut bendera Partai Berkarya yang berderet di Rumah Dinas Walikota Cilegon.

“Cabut, cabut, nanti masyarakat loh yang nyabut. Engga boleh ini rumah dinas. Rumah dinas itu bukan milik satu partai. Engga bagus lah, tolong bendera ini bersihin nih. Saya sebagai masyarakat keberatan kalau udah kaya gini,” katanya.

“Partai politik kan bukan Berkarya aja, ini rumah dinas, kenapa engga di kantor itu aja krakatoa itu. Benderanya cabut aja, kenapa di rumah dinas, nanti masyarakat pada turun, partai lain berkeberatan. Repot ini, memancing ini, saya udah ingatkan yah,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi awak media Silvy mengaku tengah melintas di jalan protokol Cilegon, saat tiba di depan Rumah Dinas Walikota, dirinya melihat jejeran bendera salah satu parpol pengusung Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta itu berderet sepanjang pagar.

BACA :  Seorang Nenek di Cibarengkok Tewas Tergolek dengan Kaki Terikat

“Artinya ada satu hal kecerobohan dari pimpinan Partai Politik Berkarya. Ini suatu pembelajaran buruk terhadap kedewasaan politik,” kata Silvy, Jumat, 9 April 2021 malam.

Silvy menyebutkan, hal itu merusak nama baik pribadi Helldy sebagai Walikota Cilegon dan juga Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Banten.

“Dia harus punya tanggungjawab moral. Terpilihnya Helldy dengan mengusung perubahan, itu membawa harapan pada kita masyarakat Cilegon,” ucapnya.

Silvy menuturkan, pemasangan bendera partai politik di area Rumah Dinas Walikota Cilegon yang merupakan aset daerah itu sangat tidak patut dan menyalahi aturan.

“Saya meminta kepada pihak terkait dalam hal ini Ketua DPRD Kota Cilegon, agar benar-benar memberikan teguran keras lah sama Helldy. Kalau dewannya diam saja, tidak mengontrol bisa-bisa rakyat yang menegur keras,” tuturnya.

Teguran tersebut, kata Silvy, harus dilakukan agar tidak menimbulkan potensi kericuhan dikemudian hari.

Karena, menurut Silvy, dalam beberapa waktu terakhir, Walikota Cilegon Helldy Agustian kerap menciptakan polemik yang memantik respon masyarakat.

BACA :  Puluhan Karyawan Perusahaan Penetasan Telur di Lebak Minta Kejelasan Nasib

“Jadi intinya DPRD harus kontrol Helldy, agar masa jabatannya yang baru ini tidak menimbulkan kontroversi lah. Kalau perlu hak dewan digunakan, kalau ada impeachment,” tandasnya.

Sementara, menanggapi ramainya video yang beredar luas di media sosial tersebut, Ketua DPD Partai Berkarya Kota Cilegon, Sabihis mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan untuk mencopot bendera Partai Berkarya yang terpasang di pagar Rumah Dinas Walikota. “Padahal tadi abis Jumatan udah saya suruh cabut itu,” katanya.

Sabihis mengaku, bendera tersebut dipasang oleh pengurus DPD Berkarya Cilegom melainkan oleh pengurus DPW Berkarya Provinsi Banten.

“Bukan DPD masalahnya yang memasang itu. Saya sudah ke DPW suruh nyabut, kok masang masang disitu. Karena DPW itu yang masang, tapi udah saya instruksikan untuk nyabut,” ujarnya.

Anggota DPRD Cilegon itu juga mengakui, pemasangan bendera partai politik di Rumah Dinas Walikota yang merupakan aset daerah Cilegon itu tidak pantas.

“Kurang pantas etikanya,”tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler