Connect with us

Berita Utama

Cerita Dua Warga Desa Talaga sebelum Meregang Nyawa; COD ‘Sake’ Lalu Pesta di Kawasan Fly Over Balaraja

Published

on

Foto Ilustrasi: Petugas Polsek Kramatwatu memintai keterangan pemuda yang nekat minimum oplosan alkohol murni dengan tiner dan minuman bersoda. Satu remaja tewas, satu lainnya dirawat di rumah sakit. (Istimewa)

Tangerang – Dua warga Desa Talaga, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, yakni AA dan T tewas meregang nyawa, Sabtu, 10 April 2021, pukul 20.00 WIB.

Keduanya tewas seusai pesta miras oplosan jenis sake di kawasan Fly Over Balaraja pada Rabu, 7 April 2021.

Miras oplosan dibeli lewat online shop dengan sistem cash on delivery alias COD dari seseorang yang tinggal di Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.

“Betul, dua korban meninggal dunia usai berpesta miras oplosan di kawasan fly over Balaraja, Tangerang pada Rabu, 7 April 2021. Lalu, sempat mendapatkan perawatan medis, namun kondisinya dinyatakan kritis hingga akhirnya meninggal dunia,” kata Kapolres Kota Tangerang, Komisaris Besar Polisi Wahyu Sri Bintoro seperti dikutip BantenHits.com dari Viva.co.id, Senin, 12 April 2021.

BACA :  Hindari Operasi Zebra Satlantas Polres Cilegon, Sejumlah Pengendara Pura-pura Tinggalkan Motor

Tim Unit Reskrim Polsek Balaraja, Polres Kota Tangerang pun langsung melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Hingga kemudian, memperoleh informasi bahwa kedua korban membeli minuman beralkohol jenis sake dengan sistem COD.

“Dari hasil penyelidikan, miras itu dibelinya melalui online lalu sistem COD. Lalu dioplos oleh mereka,” ujarnya.

Penjual Dibekuk

Sehari setelah tewasnya dua warga Desa Talaga, penjual miras oplosan akhirnya berhasil diamankan pihak Polres Kota Tangerang.

Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar Polisi Wahyu Sri Bintoro mengatakan, pelaku berinisial AR diamankan petugas pada Minggu, 11 April 2021 malam di kediamannya di Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.

“Pelaku berhasil diamankan, berikut dengan barang bukti minuman keras racikannya,” katanya, Senin, 12 April 2021.

BACA :  Jalur Mudik dan Wisata Labuan-Carita Dibiarkan Rusak

Polisi mengamankan barang bukti berupa 7 botol minuman alkohol ukuran 15 liter dan 5 botol minuman alkohol ukuran 600 mili liter yang disimpan dalam botol bekas air mineral.

Pelaku dijerat Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Pasal 204 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler