Connect with us

Berita Terbaru

Hoaks Per 13 April 2021; Penggunaan Masker Disebut Sebabkan Kematian karena Halangi Virus Keluar ketika Napas atau Bersin

Published

on

Berita hoaks yang beredar di Facebook menyebut masker dapat menyebabkan kematian karena menghalangi virus untuk keluar saat bernapas atau bersin. (Foto: Beritasatu)

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia atau Kominfo RI merilis berita hoaks per 13 April 2021, salah satunya terkait dengan penggunaan masker.

“Beredar di media sosial Facebook informasi yang mengklaim penggunaan masker dapat
menyebabkan kematian yang disebabkan oleh COVID-19,” demikian penjelasan dalam keterangan tertulis Kominfo RI.

“Dikatakan bahwa kematian bisa
terjadi karena masker menghalangi virus yang keluar ketika bernafas atau bersin. Akibatnya
masker memuat lebih banyak virus yang menyebabkan sistem imun tubuh harus
menghadapi lebih banyak virus karena virus tidak dikeluarkan,” lanjutnya.

BACA :  Jabatan Kadis Bangunan Tangsel Diganti, Edi Malonda: Saya Mengundurkan Diri

Terkait beredarnya informasi tersebut, berdasarkan penjelasan di laman covid19.go.id, klaim tersebut adalah keliru. Faktanya, penggunaan masker
ketika bersin tidak membuat virus terhirup kembali.

Adapun menurut dr. Jaka Pradipta,
seorang dokter spesialis paru di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet mengatakan bahwa
masker yang digunakan oleh seseorang ketika bersin hanya membuat masker tersebut
infeksius atau memuat banyak virus, sehingga masker perlu diganti.

Hal ini juga mengindikasikan bahwa penggunaan masker ketika bersin tidak membuat kondisi kesehatan seseorang bertambah buruk. Penggunaan masker ketika bersin juga merupakan salah satu etika bersin dan batuk.

“Dengan tidak menggunakan masker ketika batuk atau bersin justru akan membahayakan kesehatan orang lain karena adanya tetesan air atau droplets yang menyebar melalui pernapasan,” jelasnya.

BACA :  Perlu Sinergi Pemda dan Perusahaan terkait Pelaksanaan CSR di Tangerang

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler