Connect with us

Berita Terbaru

Kapal Berbendera Malaysia IK Merdeka yang Ada di Selat Sunda Jadi Rebutan, Ini Ceritanya

Published

on

Kapal IK Merdeka. (Bantenhits/Iyus Lesmana)

Cilegon- Kapal Survei IK Merdeka tengah ramai menjadi rebutan sejumlah pihak. Ya, kapal berbendera Malaysia itu saat ini tengah berada di perairan selat sunda lantaran menjadi barang bukti sebuah perkara.

Adalah kasus memutilasi beberapa bagian kapal yang dilakukan oleh tiga Warga Negara Indonesia (WNI) lantaran tak cairnya gaji mereka.

Dikutip dari Kompas.com, Kasubdit III Sumber Daya dan Lingkungan (Sumdaling) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan, peristiwa pemotongan kapal itu terjadi pada Januari 2018.

Kala itu, kapal IK Merdeka seharusnya berangkat menuju Malaysia.

Namun, IR selaku nahkoda membelokkan kapal dari arah Merak, Banten ke arah Pulau Tidung, Kepulauan Seribu.

Selanjutnya, IR menyembunyikan kapal di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

BACA :  Lahan Diserobot Perusahaan, Ratusan Warga Cisauk Demo di Gedung Dewan

“Di Tanjung Priok, beberapa bagian kapal tersebut dipotongi untuk kemudian dijual,” ujar Ganis.

Menurut Ganis, bagian kapal yang dipotongi adalah bagian navigasi, helideck dan kabel-kabel. Kerugian akibat pemotongan kapal itu mencapai Rp 100 miliar.

Para tersangka nekat melakukan aksi pemotongan itu karena merasa kecewa perusahaan pemilik kapal yakni Marine Ltd tak membayar upah mereka selama tiga bulan.

“Karena tidak puas, para tersangkamelakukan upaya untuk menguasai kapal,” kata Ganis.

Kekinian, perkara tersebut telah inkrah. Alhasil, status dari kapal itu diserahkan kembali ke JAS Marine Ltd. Namun, sayangnya usai dikembalikan kepada pemilik kapal, justru beberapa pihak memperebutkan kapal tersebut untuk kepentingan masing-masing.

Kepada awak media Kuasa Hukum Nahkoda Kapal IK Merdeka yakni IR, Dedi Sembowo, menjelaskan, sebagai nahkoda kapal, kliennya menjadi salah satu pihak yang masuk dalam dakwaan perkara tersebut. Di dalam keputusan pengadilan menyatakan perbuatan IR bukan merupakan tindak pidana.

BACA :  Duh, Pasutri di Kabupaten Tangerang Tega Ajak Dua Anaknya Curi Motor di Kantor Properti

Ia menyayangkan, terdapat pihak-pihak yang ingin menahan kapal tersebut dengan alasan kapal tersebut masih menjadi barang bukti terdakwa lainnya.

“Dalam kesempatan ini kami menegaskan bahwa saya untuk IK Merdeka saat ini sudah kembali pada pemilik yang sah berdasarkan putusan dari sodara Jonathan Chandra pada tingkat pertama, yaitu putusan perkara Nomor 1426 PN Jakarta Utara,”kata Dedi kepada awak media, Selasa, 13 April 2021.

Kata Dedi, putusan perkara IR selaku nakhoda kapal sudah inkrah. Hakim menyatakan IR lepas namun jaksa mengajukan kasasi hingga akhirnya juga tetap ditolak.

“Adapun putusan ketiga orang tersebut berbeda-beda, yaitu Saudara IR yang didakwa dalam Perkara Nomor : 1231/Pid.Sus/2019/PN.Jkt.Utr divonis Lepas dari segala tuntutan hukum yang kemudian dalam tingkat kasasi dengan nomor pekara pidana : 1076 K/PID/2020 Kasasi Jaksa Penuntut Umum di tolak,”kata Dedi

BACA :  Gawat! Kab. Serang Masuk Zona Merah Covid-19 di Detik-detik Pilkada 2020

“Untuk terdakwa Togu di vonis dengan pidana penjara selama 19 bulan dan denda sebesar 150 Juta dan Abenk divonis dengan pidana penjara selama 2 tahun dengan denda sebesar 150 juta juga,”ungkapnya.

“Pada intinya saya akan menerangkan bahwa putusan perkara kapten IR telah inkrah, telah selesai dengan ditolaknya kasasi jaksa. Putusan Jonathan Chandra yang kena dua tahun (penjara) banding hanya terhadap hukuman Jonathan Chanda, bukan terhadap barang buktinya,”tandasnya.

Karena itu, ia berharap tidak ada lagi pihak yang menghalangi pemilik kapal untuk melakukan apapun terhadap kapal tersebut.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler