Connect with us

Berita Terbaru

Kelewatan, Begini Akal-akalan Mafia Kakap di Tangerang Nyaris Kuasai Tanah 45 Hektare di Kawasan Elit

Published

on

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam jumpa pers di Mapolres Metro Tangerang Kota, Selasa 13 April 2021. (Bantenhits/Hendra Wibisana)

Tangerang- Dua mafia tanah di Kota Tangerang diciduk tim Polres Metro Tangerang Kota. Masing-masing M dan D.

Ya, keduanya diamankan lantaran berkeinginan mengakuisisi tanah seluas 45 Hektare milik PT Tangerang Matra (TM) seluas 45 Hektare di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Kabarnya, tanah tersebut lama dibiarkan kosong dan tak digarap pemilik.

“Kasus ini terjadi di wilayah hukum Tangerang kota yang persisinya di Alam Sutera dengan cukup luas tanah 45 hektare. Kejadian sudah lama bahkan sudah pernah dilakukan eksekusi pada waktu itu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam jumpa pers di Mapolres Metro Tangerang Kota, Selasa 13 April 2021.

BACA :  Irna dan Tanto Kompak Tinjau Pembangunan dan Pelayanan di Pandeglang

Kasus ini bermula saat keduanya membuat surat-surat palsu dan berakting bertengkar di Pengadilan melalui gugatan perdata.

Untuk melancarkan aksinya, M dan D pun melibatkan seorang pengacara berinisial AM yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang.

“Ini akal-akalan mafia bagaimana caranya mereka menguasai semua dengan membuat surat yang palsu,” kata Yusri.

April 2020, D menggugat M ke pengadilan atas kepemilikan tanah tersebut. Padahal bukti kepemilikan atau surat-surat kepemilikan keduanya palsu.

Dalam gugatan tersebut kemudian, antara D dan M terjadi perdamaian sehingga diajukan untuk melakukan eksekusi pada lahan yang sudah diatur.

“Ini terjadi bulan Juli. Hampir dieksekusi tapi ada perlawanan dari warga dan PT TM. Pada saat itu, warga melakukan perlawanan dengan PT TM sehingga batal eksekusi, karena sempat terjadi bentrok sedikit,” jelasnya.

BACA :  Kurdi Matin Buka Pekan Inovasi dan TTG XI di Pandeglang

“Seluruh surat-surat yang ada pada dia (dua mafia-red) merupakan surat-surat palsu termasuk SK 67 yang menjadi dasar saudara D untuk menggugat saudara M ini diperdata itu ternyata tidak tercatat juga untuk membuat skhb ini satu sampai 9. Setelah dicek penyidik ada 10 malahan yang palsu,”tambahnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler