Connect with us

Berita Terbaru

Doni Monardo soal Larangan Mudik: Jangan Ada yang Keberatan. Nanti Menyesal!

Published

on

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Doni Monardo meminta seluruh kepala daerah mengaktifkan lagi posko-posko COVID-19 di wilayah.(Istimewa)

BantenHits- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo mengingatkan agar masyarakat menaati aturan pemerintah soal larangan mudik.

Dalam siaran pers yang diterima Bantenhits, seruan itu disuarakan Ketua Satgas Covid-19 lantaran saat ini Pandemi Covid-19 belum berakhir. Ia menilai potensi penularan dari mobilitas manusia pada hari raya dan libur nasional sangat tinggi sehingga rentan terjadinya penularan.

“Tidak mudik. Dilarang mudik,” tegas Doni dalam Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 bersama jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu di Bengkulu, Jumat, 16 April 2021.

Melalui pelarangan mudik tersebut, Pemerintah tidak ingin adanya pertemuan silaturahmi yang dilakukan oleh masyarakat kemudian menimbulkan penularan COVID-19 dan berakhir pada angka kematian yang tinggi.

BACA :  Penghuni Kontrakan di Cilegon Kembali Terjaring Razia Yustisi

“Kita tidak ingin pertemuan silaturahmi berakhir dengan hal yang sangat tragis. Kehilangan orang-orang yang kita sayangi. Kehilangan orang-orang yang kita cintai. Jangan sampai terjadi,” kata Doni.

“Jangan ada yang keberatan. Menyesal nanti,” kata Doni.

Sebelumnya, kendati pemerintah melarang aktivitas mudik pada tanggal 6-17 Mei 2021, bukan berarti sebelum atau sesudah waktu yang ditentukan itu diperbolehkan mudik.

Dengan adanya pelarangan ini, masyarakat diminta betul-betul memahami bahwa konteks aturan pemerintah itu juga lebih kepada upaya pencegahan.

“Jadi kalau dilarang mudik, itu bukan berarti sebelum tanggal 6 bisa pulang kampung,” tegas Doni.

“Mobilisasi orang dari suatu daerah ke daerah lain dalam jumlah yang besar itu sama dengan menimbulkan potensi, mengantarkan COVID-19 ke daerah yang landai,” tambahnya.

BACA :  Berobat Gratis Pakai KTP Belum Bisa Dilakukan di Pandeglang, Ini Alasannya

Dia berharap agar pemahaman masyarakat terhadap adanya aturan pemerintah terkait pengendalian pandemi tersebut dapat dimengerti dan dilaksanakan sesuai yang telah ditetapkan.

“Pemahaman tentang pandemi ini harus dikuasai oleh seluruh pihak,” pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler