Connect with us

Berita Terbaru

Remaja yang Viral saat Aksi Perang Sarung di Cilegon Diamankan Polisi: Ternyata Masih di Bawah Umur

Published

on

Kapolsek Ciwadandan AKP ALI Rahman (tengah) Bersama Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Arief N Nazarudin (Kanan) Saat menggelar Jumpa Pers Pelaku Tawuran Perang Sarung. (Bantenhits/Iyus Lesmana)

Cilegon- Sebanyak 10 remaja di Kota Cilegon diamankan polisi. Ya, mereka digiring ke Mapolsek Cilegon lantaran terlibat aksi perang sarung.

Aksi mereka viral setelah video berdurasi 14 detik yang mempertontonkan ‘tawuran sarung’ area Waduk milik PT Krakatau Tirta Industri (KTI) Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon viral beredar luas di media sosial. Mereka adalah NN, HD,OI, FJ, HD RZ, HR, IR, RZ, HI, RI dan RV.

Dari 10 yang diamankan ternyata delapan diantaranya masih di bawah umur.

BACA :  Divonis Enam Tahun Penjara, Eks Bendahara KONI Kota Tangerang Terungkap Jelang Malam Temui Petinggi untuk Setor Uang

“Sekira pukul 12:00 WIB satu persatu pelaku yang sudah berhasil di identifikasi melalui video langsung diamankan oleh Polsek Ciwandan dan Backup penuh dari Satreskrim Polres Cilegon. Pelaku mengaku melakukan tawuran hanya iseng,”ujar Kapolsek Ciwandan AKP Ali Rahman, kepada awak media, Kamis, 15 April 2021.

Kata Ali, tawuran sarung itu berawal adanya undangan grup WhatsApp yang diinisiasi boleh tiga kelompok remaja pada selasa, 13 April 2021. Ketiganya adalah warga Ramanuju, Krenceng dan Samangraya.

“Kelompok Krenceng (FJ) mengajak RV yang selanjutnya mengundang melalui grup Whatsapp Perang Sarung dan kelompok anak-anak ramanuju (IR) mengajak teman-temannya yang masing-masing berjumlah 6 orang,”tuturnya.

“Barang bukti yang di amankan, sejumlah telfon genggam dan sarung yang sebelumnya sudah di lilit terlebih dahulu,”tambahnya.

BACA :  Belasan Warganya Berstatus ODP, Pemerintah Kecamatan Cikulur Lebak Desinfeksi Seluruh Desa

Ali mengaku saat ini telah memanggil orang tua para remaja yang terlibat aksi perang sarung. Seluruhnya diberikan pembinaan.

“Kita panggil orang tuanya dan kita laksanakan pembinaan dan selanjutnya kita beri pemahaman, bahwa kegiatan ini patut atau tidak patut untuk dilakukan karena sekarang masih masa pandemi covid tidak boleh ada kerumunan terutama kerumunan yang tidak ada gunanya,”tandasnya.

“Kedepan tidak ada lagi aksi-aksi jalanan serupa, yang kita takutkan kejadian ini meluas dan mengakibatkan korban jiwa,”tambahnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler