Connect with us

Berita Terbaru

Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di Banten Gantung Diri; Ditemukan sang Kakak saat Akan Lakukan Ini

Published

on

Foto Ilustrasi Gantung Diri (Istimewa)

Tangerang- MM (20), seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Banten ditemukan tewas dengan cara gantung diri di rumahnya di Kampung Encle Rt 001 Rw 005, Desa Buaran Mangga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. 

Dari informasi yang dihimpun BantenHits.com, MM nekat bunuh diri pada Jumat 16 April 2021 kemarin, lantaran diduga depresi akibat penyakit sinusitis yang dideritanya selama dua tahun tak kunjung sembuh. 

Kapolsek Pakuhaji AKP Dodi Abdurohim  saat dihubungi membenarkan adanya pemuda yang tewas dengan cara gantung diri tersebut. 

“Ya benar, kejadiannya kemarin (Jumat, 16/4/2021) kita terima laporan sekitar jam 8 malam tapi kejadiannya sekitar jam 2 siang, pada saat kita ke TKP korban sudah dikuburkan,” Tutur Akp Dodi, Sabtu 18 April 2021. 

BACA :  Satresnarkoba Polres Tangsel Sita Sabu Senilai Rp 3,8 M dalam Kemasan Teh Cina

Korban, kata Dodi, pertama kali ditemukan tewas gantung diri oleh kakak kandungnya yang saat itu hendak membetulkan AC nya yang rusak. 

Saat ditemukan, sambungnya, korban sudah dalam keadaan tewas dan menggantung menggunakan seutas tali di lorong rumahnya. 

“Saat itu keluarga yang mengetahui korban gantung diri langsung menurunkannya yah dan sempat dibawa ke RSUD Pakuhaji tapi memang korban sudah meninggal sebelum mendapat penanganan medis,” Kata Dodi.

Dari informasi keluarga, lanjutnya, motif korban nekat gantung diri diduga karena depresi, karena memiliki riwayat penyakit sinusitis selama hampir dua tahun yang tak kunjung membaik. 

Ia menambahkan, pihak keluarga juga sudah membuat surat pernyataan untuk tidak mengusut dan tidak dilakukan penyelidikan atas tewasnya pemuda yang dikenal rajin beribadah tersebut. 

BACA :  Polisi Tangkap Pencuri Puluhan Karung Gabah di Sukadiri Tangerang

“Keluarga sudah buat surat pernyataan untuk tidak mengusut dan mengaku sudah ikhlas menerima musibah tersebut,” Pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler