Connect with us

Berita Utama

Potret Suram Malam Ramadan di Kota Cilegon; Remaja Tewas OD Obat Keras

Published

on

Ilustrasi tewas akibat OD obat keras. Foto; Petugas Polsek Kramatwatu memintai keterangan pemuda yang nekat minimum oplosan alkohol murni dengan tiner dan minuman bersoda. Satu remaja tewas, satu lainnya dirawat di rumah sakit. (Istimewa)

Cilegon – Bulan Ramadan semestinya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Namun, malam-malam penuh keberkahan itu justru malah dilewatkan sekelompok remaja di Kota Cilegon dengan hal sia-sia.

Fakta suram malam Ramadan di Kota Baja terkuak setelah seorang remaja berinisial VM (17) warga Link Ciriu, Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon tewas setelah diduga overdosis obat keras jenis tramadol.

Dikutip dari Suara.com–jaringan BantenHits.com, VM nekat minum 10 butir tramadol hanya untuk ngefly.

Alhasil, tramadol yang dikonsumsi remaja tersebut ternyata mampu merenggut nyawanya dalam waktu singkat, lantaran over dosis.

BACA :  Dihadapan Ribuan ASN, Syafrudin Semprot Dinas Lingkungan Hidup Soal Sampah dan Stadion MY

Kapolsek Ciwandan AKP Ali Rahman membenarkan peristiwa tersebut dan adanya remaja meninggal dunia lantaran mengkonsumsi tramadol sebanyak 10 butir.

Dikatakan Ali, peristiwa itu bermula pada Rabu 14 April 2021 lalu, sekira pukul 23.00 WIB korban ditemani kedua rekannya berinisial S dan M membeli tramadol sebanyak 10 butir diwarung jajanan.

“Letak warungnya itu di daerah Krenceng Kelurahan Kebonsari Kecamatan Citangkil kota Cilegon, setelah itu korban bersama rekannya pergi ke pinggir jalan dekat jembatan di Link Klelet, Kelurahan Warnasar Kecamatan Citangkil untuk minum obat itu,” kata mantan Kasat Lantas Polres Serang Kota itu melalui Pesan Singkat, Minggu, 18 April 2021.

Setelah itu, lanjut Ali, korban bersama rekannya berinisial B melanjutkan perjalanan dan bertemu dengan 5 rekan korban di depan SDN Samangraya untuk berkumpul.

BACA :  Ramadan, Krakatau Steel dan Grup Salurkan zakat dan Bansos Rp1,4 Miliar

“Berselang satu jam usai berkumpul, korban dan rekannya langsung pergi ke Jalan Lingkar Selatan untuk melihat perang sarung,” kata.

Namun naas, seketika dalam perjalanan menuju jalan lingkar, korban langsung kejang-kejang. Rekannya yang panik langsung membawa korban ke area pom bensin Krenceng.

“Diistirahatkan dulu korbannya di pom bensin setelah itu dibawa ke rumah rekannya,” kata Ali.

Diungkapkan Ali, korban saat itu dibawa oleh rekannya berinisial D dan Y ke rumah D untuk beristirahat. D dan Y berinisiatif megantarkan korban pada Kamis sore pulang ke rumah korban.

“Namun pada Jumat siang hari, B dan rekannya mendapatkan kabar bahwa korban VM meninggal dunia lantaran over dosis,” uangkap Ali.

Pihaknya yang mendapatkan informasi langsung memanggil rekan korban untuk dimintai keterangan di Mapolsek Ciwandan.

BACA :  Novotel Sumbang Ribuan Buku ke Asrama Sahabat Yatim Indonesia

“Kami dapat informasi dari masyarakat, saat ini kami masih mendalami dugaan-dugaan remaja over dosis oleh tramadol itu,” ujarnya.

Dikatakan Ali, pihaknya baru menduga korban tersebut over dosis lantaran minum tramadol, hal itu harus dibuktikan dengan autopsi. Pihaknya juga, belum bisa memastikan rekan korban tersebut terlibat atau tidak dalam upaya korban meminum sebanyak 10 butir tramadol

“Sementara pihak keluarga tidak menginginkan autopsi itu dilakukan, dan akhirnya saat ini tadi korban sudah di makamka. Kami masih lakukan penyelidikan mas,” ujarnya.

Dalam hal ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan momen bulan suci Ramadan ini dengan hal-hal positif dan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Untuk orang tua juga, harus insentif menjaga putra putrinya, jangan biarkan mereka tanpa perhatian,” katanya.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler