Connect with us

Berita Terbaru

Bukan Tawuran, Pemuda yang Tewas dengan Luka Menganga di Punggung Korban Pembacokan Anak di Bawah Umur

Published

on

Suasana di Rumah Duka Saat Pemakaman Korban Pembunuhan FH (26) di Kampung Gurubug, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. (Istimewa).

Tangerang- Kepolisian dari Polsek Kelapa Dua, Polres Tangerang Selatan, berhasil menangkap dua pelaku pembacokan yang mengakibatkan seorang pemuda berinisial FH (25), warga Kampung Gurubug, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, meregang nyawa, pada Minggu 18 April 2021 lalu. 

Kapolsek Kelapa Dua AKP Fredy Yudha Satria mengatakan, kedua pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing di wilayah Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, kurang dari 24 jam setelah peristiwa pembacokan tersebut terjadi. 

“Ya, dua pelaku sudah kita amankan. Satu masih di bawah umur, satunya yang menyediakan barang (senjata tajam),” Tutur Fredy kepada BantenHits.com, Selasa 20 April 2021. 

BACA :  Begini Penjelasan Prof Tihami soal Logo UIN SMH Banten

Selain itu, polisi juga turut menyita barang bukti yakni senjata tajam yang digunakan pelaku untuk membacok korban hingga tewas. 

“Ada barang bukti yang kita amankan itu berupa sajam seperti pedang yah yang dibuat sendiri,” Ujarnya.

Meski demikian, pihaknya belum bisa membeberkan identitas kedua pelaku hingga proses pemeriksaan selesai. 

“Kalau identitas nanti yah karena nanti akan kita rilis juga kasusnya,” Imbuhnya.

Pihaknya juga membantah jika peristiwa pembacokan tersebut terjadi karena aksi tawuran. Fredy menyebut antara korban dan pelaku tidak saling kenal. 

Dari hasil pemeriksaan sementara, aksi pembacokan itu terjadi usai korban dan pelaku bertemu secara tidak sengaja usai menonton balap liar di kawasan Binong, Curug, Kabupaten Tangerang. 

BACA :  Setelah DPRD, Giliran Bupati Lebak Kunjungi Warga yang Tinggal di Gubuk Reyot

“Bukan tawuran. Jadi awalnya korban dan pelaku ini saling ejek usai menonton balap liar hingga terjadi peristiwa pembacokan,” Pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler