Connect with us

Berita Terbaru

Tak Hanya ‘Orang KPK’ Ada Juga Ngaku Keluarga Pejabat Kejagung ‘Amankan’ Kepala Daerah di Banten Terlibat Kasus Tanah

Published

on

ILUSTRASI Kejati Banten Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pengadaan Genset di RSUD Banten

Ilustrasi kepala daerah di Banten terlibat korupsi.

Tangerang – Aksi ‘orang KPK’ memeras kepala daerah dengan modus bisa menutup perkara hukum di KPK tiba-tiba menyeruak ke publik melalui Wali Kota nonaktif Cimahi Ajay Muhammad Priatna.

Ajay yang menjadi terdakwa dugaan suap pembangunan RSU Kasih Bunda, mengungkapkan pernyataan mengejutkan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin, 19 April 2021.

Ajay mengaku sempat didatangi orang yang mengaku dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan meminta uang ratusan juta.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mengaku tidak kaget apabila ada pihak-pihak yang mengatasnamakan anggota KPK menemui sejumlah kepala daerah dengan modus agar kasusnya tidak dibongkar.

BACA :  Kodim dan PLTU 2 Labuan Suntik Vaksin Masyarakat di Dua Kecamatan

Menurut Boyamin, selain di Cimahi, aksi ‘Orang KPK’ menemui kepala daerah dengan modus kasusnya tidak dibongkar terjadi di sejumlah wilayah, salah satunya Banten.

Kepala daerah di Banten yang diduga menjadi korban ‘orang KPK’ mencapai dua orang. Hal tersebut diketahui berdasarkan laporan yang diterima MAKI.

Menurut Boyamin Saiman, orang yang mengaku anggota KPK itu sebenarnya bukan orang KPK dan hanya mengaku bisa menutup perkara hukum si kepala daerah di KPK.

“Sebenarnya dia bukan orang KPK. Tapi dia nyatut. Dia mengaku bisa menutup perkara di KPK,” kata Boyamin saat dihubungi BantenHits.com, Rabu, 21 April 2021.

Kepala Daerah Terjerat Kasus Tanah

Selain ‘orang KPK’, ungkap Boyamin, ternyata ada juga pihak yang mengatasnamakan Kejaksaan Agung menggunakan modus serupa untuk menutup kasus kepala daerah di Banten.

BACA :  Penetapan Calon Ditunda, Panlih Kades Bojong Cae Bantah Tidak Bekerja Sesuai Aturan

“Tak melulu di KPK. Ada juga di Kejagung,” ungkap Boyamin.

Boyamin menjelaskan, oknum tersebut ‘bermain’ dalam kasus tanah yang menjerat salah seorang kepala daerah di Banten.

“Itu kan perkaranya harusnya tiga orang tersangkanya. Nah, yang satu ini (kepala daerah) diamanin, gak jadi tersangka,” jelasnya.

Oknum yang bermain dalam kasus tanah yang melibatkan kepala daerah di Banten itu, kata Boyamin, mengaku keluarga salah seorang pejabat tinggi di Kejagung.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler