Connect with us

Berita Terbaru

Ancam Pengusaha Pakai Senjata Api di Kebun Sengon, MR Jalani Sidang Perdana di PN Pandeglang

Published

on

Terdakwa Kasus Pengancaman Menggunakan Senpi Menjalani Sidang Perdana di PN Pandeglang (BantenHits.com/Engkos Kosasih)

Pandeglang – Pengadilan Negeri (PN) Pandeglang mulai menyidangkan dugaan kasus pengancaman menggunakan senjata api (Senpi) yang dilakukan oleh MR, warga Kecamatan Angsana.

Pengancaman yang dilakukan MR terhadap seorang pengusaha inisial MI itu terjadi di Blok Cipahingen, Kampung Sumur Laban, Desa Sumur Laban, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang pada Oktober 2020 lalu.

Saat itu, korban yang sedang mengawasi penanaman bibit kayu albasiah atau sengon di kebun, tiba-tiba didatangi terdakwa sembari marah-marah dan memperingatkan korban untuk tidak melakukan penanaman di lahan tersebut.

Setelah itu terdakwa mengambil Senpi air softgun dari pinggang sebelah kanannya dan mengarahkan senjata tersebut ke perut korban. Aksi terdakwa berhasil diredam oleh rekannya.

BACA :  Pick Up Terbakar di Kaligandu Serang

“Betul. Tadi sidang pertamanya baru dimulai dengan agenda pembacaan dakwaan dari JPU (Jaksa Penuntut Umum),” kata Juru Bicara PN Pandeglang Andry Eswin kepada wartawan, Selasa 27 April 2021.

Sidang pembacaan dakwaan yang dipimpin Majelis Hakim Anggi Prayurisman, Suluh Pardamaian dan Andry Eswin ini dimulai pada pukul 11.00 WIB kemudian ditutup sekira pukul 15.00 WIB. Sidang selanjutnya akan digelar pada 5 Mei 2021 dengan agenda keterangan saksi dari JPU.

“Hari ini agendanya selesai untuk pembacaan dakwaan. Agenda selanjutnya nanti akan digelar lagi dengan menghadirkan saksi dari penuntut umum,” pungkasnya.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pandeglang Mulyana menjelaskan, dalam kasus ini MR didakwa Pasal 335 ayat (1) KUHP tentang Pengancaman.

BACA :  Tiga Hari Disekap di Sebuah Rumah, Tiga ABG di Pandeglang Ngaku Diperkosa Kawanan Pria

“Terdakwa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, baik terhadap orang itu maupun terhadap orang lain,” jelas Mulyana, saat membacakan dakwaan.

Editor : Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler