Connect with us

Berita Terbaru

Berteriak Lalu Didengar Polisi, Budi Nyaris Kehilangan Uang Rp50 Juta di Dalam Mobil

Published

on

pencurian gembos Ban

Ilustrasi. Ketua PPK Cipicung, Kabupaten Pandeglang menjadi korban kejahatan jalanan gembos ban. Foto ilustrasi aksi bandit gembos ban: Google.

Tangerang- MTH (27) pelaku pencurian uang senilai Rp50 juta diamankan Reskrim Polsek Balaraja. Ya, pria itu kepergok petugas membawa kabur uang milik Budi Prasetyo yang baru saja diambil dari salah satu Bank.

Peristiwa itu bermula saat kendaraan roda empat yang dikemudikan Budi tiba-tiba mengalami bocor ban seusai mengambil uang di Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Tanpa rasa curiga, ia keluar dan memeriksa kondisi ban.

Di saat bersamaan MTH beserta rekannya membuka pintu depan mobil korban. Tas berisi uang sebesar Rp50 juta yang ditaruh di jok depan digondol para pelaku.

BACA :  Gara-gara Wawan Keluar Lapas Ngamar sama Artis, Peristiwa Lima Tahun Lalu yang Bikin Publik Geger Diungkit Lagi

“Pada saat kejadian langsung dikejar oleh Tim Reskrim yang sedang melaksanakan Patroli Rutin Kring Serse, salah satu pelaku berhasil kami tangkap. Satu pelaku lainnya yang identitasnya sudah kami ketahui, sedang dalam pengejaran,” ungkap Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, Jumat 30 April 2021. 

“Korban langsung meneriaki pelaku dan mengejarnya dibantu beberapa warga. Saat itu petugas kami melintas di lokasi kejadian dan langsung melakukan pengejaran,”tambahnya.

Setelah dilakukan pengejaran, Tim Opsnal Reskrim Polsek Balaraja berhasil mengamankan salah satu pelaku berikut tas milik korban yang berisi uang. Selanjutnya, pelaku berikut barang bukti dibawa ke Polsek Balaraja untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Satu pelaku lainnya sudah kami tetapkan sebagai DPO dan akan terus kami kejar,” ujar Wahyu.

BACA :  Jelang Vonis, Imam Bantah Bunuh Eno Farihah

Dari kejadian itu, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 buah kunci letter T, 1 unit sepeda motor, telepon genggam, dan beberapa SIM Card dari berbagai operator selular.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 dan/atau 365 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler