Connect with us

Berita Terbaru

Heboh Surat Kepala Desa Gembong Balaraja Minta THR ke Pengusaha

Published

on

Salinan surat permohonan THR Desa Gembong, Kecamatan Balaraja. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Sebuah surat edaran dengan berkop Kantor Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, yang berisi permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) beredar di media sosial dan aplikasi WhatsApp. 

Pada surat yang dikeluarkan pada 19 April tersebut tertulis permohonan permintaan THR yang ditujukan kepada para pengusaha atau pengelola limbah.  

Ada pun THR yang diminta secara sukarela tersebut akan dibagikan bagi perangkat Desa, BPD, RT RW, Babinsa Binamas, para kader PKK, serta tokoh masyarakat dan agama di lingkungan Desa Gembong. 

Surat permintaan THR yang mendapat banyak kritik itu pun ditandatangani oleh  sang Kepala Desa bernama H.Nurjen, Kapten (Purn) dengan stempel kelapa Desa Gembong. 

BACA :  Mendadak Muncul Hujan Angin saat Ketua DPRD Sidak Tambak Udang yang Babat Hutan Mangrove di Panimbang

Saat dikonfirmasi BantenHits.com, Kepala Desa Gembong Nurjen membenarkan prihal surat permintaan THR kepada pengusaha limbah perusahaan tersebut. 

Menurutnya, hal itu sah-sah saja karena tidak ada hukum atau aturan yang mengikat prihal larangan aparatur desa meminta THR. Terlebih, surat permintaan THR kepada para pengusaha limbah perusahaan-perusahaan besar itu tidaklah memaksa bahkan tidak menyebutkan nominal atau jumlah uang. 

“Ya benar, surat itu dikeluarkan oleh kantor Desa Gembong dari dua minggu yang lalu saya yang menandatangani,” Kata Nurjen, Senin 3 April 2021. 

Ia juga mengatakan, surat bantuan THR tersebut dikeluarkan lantaran pihak desa tidak punya anggaran untuk memberikan THR baik kepada staf mau pun  perangkat desa termasuk tokoh masyarakat yang diperkirakan sekitar 230 orang. 

BACA :  Luapan Sungai Cisadane Rendam Tiga Wilayah di Tangerang Selatan

“Desa dari mana yah mau ngasih THR. Sedangkan sampai saat ini kita belum gajian. Walau pun jujur sebenarnya secara pribadi saya sudah menyiapkan (THR) untuk mereka tapi masa sih di momen seperti sekarang, mereka (pengusaha limbah) nggak mau berbagi penghasilannya kan luar biasa,” Tuturnya 

Kata Nurjen, terkait surat permintaan THR yang kini sudah beredar luas itu, siang tadi pihaknya sudah membahas masalah tersebut dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang, BPD, dan seluruh RT di Desa Gembong. 

Ia menegaskan, meski beberapa pihak tidak membenarkan terkait permintaan THR itu namun pihak desa tidak akan menarik kembali surat edaran bantuan THR tersebut. 

BACA :  DPS Pilkada Pandeglang 2020 Berjumlah 898.189, yang Belum Terdata Bisa Daftar Online!

“Kalau menurut saya sah-sah aja karena dalam surat pun tidak ada index, penekanan. Dan untuk kop surat bahkan sebelumnya sudah kami rapatkan bersama rekan-rekan semua tidak personal,” Tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler