Connect with us

Berita Terbaru

16 Desa di Pandeglang Bermasalah Kelola Dana Desa Tahun 2020, Aktivis Desak Inspektorat Terbuka

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Dana Desa. (Net)

Pandeglang – Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Pandeglang, meminta Inspektorat terbuka dalam menanangani 16 Desa yang bermasalah dalam pengelolaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020.

Mereka juga mendesak Inspektorat membeberkan nama-nama desa yang ditemukan bermasalah berdasarkan hasil audit instansi tersebut, supaya ada sanksi sosial dan masyarakat turut mengawasi pengelolaan DD.

“Kenapa tidak disampaikan saja ke publik nama-nama desa yang bermasalah itu. Atau diumumkan secara resmi, agar tidak hanya sanksi administratif saja yang didapat, tetapi ada sanksi sosial atau moral juga. Sehingga masyarakat akan menjadi tahu dan menyoroti secara kritis pemerintah desa yang dimaksud,” tutur Wakil Ketua GPM Pandeglang, Irfan Firdana, Selasa 4 Mei 2021.

BACA :  Rekonstruksi Pembunuhan Yuay Noni di Bencongan Berlangsung Ricuh

Menurutnya, penyimpangan yang dilakukan pemerintah desa ini merupakan perilaku amoral, kebiasaan buruk yang mencederai upaya pembangunan desa dalam implementasi Nawacita Presiden Joko Widodo.

“Maka dari itu, kami mendesak Inspektorat Pandeglang untuk menyampaikan kepada publik nama-nama desa yang bermasalah atas temuan hasil audit penggunaan DD TA 2020,” tegasnya.

Selain itu, dalam waktu dekat GPM juga akan merilis mengenai kebedaraan dan gerak Bumdes di 326 desa yang sampai saat ini masih belum menampakkan perannya sebagai sentral kemajuan ekonomi masyarakat desa. 

“Sekali lagi masayarakat berhak tahu, untuj memantau, menngawal, mengawasi dan menyoroti secara intensif dan kritis terhadap Pemerintah Desa yang bermasalah dalam mengelola dana desanya,” tandasnya.

BACA :  Hari Pertama 2019, Banjir Setinggi 3 Meter Kembali Rendam Ratusan Rumah Warga Labuan

Diberitakan sebelumnya, Inspektorat mencatat ada 16 desa yang mendapatkan rekomendasi rekomendasinya ada pengembalian uang dan penyelesaian kegiatan. Lantaran dari hasil audit, telah ditemukan ada Mark Up anggaran dan pengurangan volume kegiatan.

Editor : Engkos Kosasih



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler