Connect with us

Berita Terbaru

Peristiwa Ibu Hamil Ditandu Terus Berulang, Aktivis: Belum Ada Satu Pun Bupati yang Bisa Lepaskan Penderitaan Rakyat Pandeglang

Published

on

Enah warga Kampung Kadugedong, Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, Pandeglang, saat Ditandu Warga Menuju Puskesmas (Istimewa)

Pandeglang – Direktur Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP) Banten, Uday Suhada menilai, Dinas Kesehatan dan Bupati Pandeglang, tidak memiliki beban moral atas penderitaan ibu hamil yang ditandu beberapa hari lalu.

Padahal, peristiwa warga yang ditandu saat ingin mendapat pelayanan kesehatan sering terjadi di Kabupaten Pandeglang. Namun, tidak pernah ada solusi yang diberikan Pemerintah Daerah.

“Sepertinya tak ada beban moral atas derita rakyatnya. Mestinya ini gamparan keras untuk para pemimpin di Pandeglang dan Banten. Sebab nyawa itu lebih berharga dari sekedar rencana pembangunan,” ungkap Uday melalui pesan singkatnya, Selasa 4 Mei 2021.

BACA :  Tiga Sekolah di Kabupaten Lebak Diliburkan

Uday menyebut, buruknya infrastruktur jalan dan rendahnya akses pelayanan kesehatan sudah berlangsung puluhan tahun yang lalu. Namun, hingga kini tak ada seorang Bupati yang mampu melepaskan penderitaan rakyat dari masalah tersebut.

“Harusnya Pemda Pandeglang punya nurani atas penderita yang dialami warganya itu. Bagaimana membangun pelayanan kesehatan yang baik dan infrastruktur jalan yang layak,” tutupnya.

Untuk diketahui, Enah (30) warga Kampung Kadugedong, Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, terpaksa ditandu menuju Puskesmas lantaran akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat.

Saat dipertengahan perjalanan, Enah yang ditandu warga jatuh hingga menyebabkan bayi kembar dalam kandungannya meninggal dunia. Proses ditandu ini, disebut-sebut Dinas Kesehatan sebagai budaya gotong royong yang harua dicontoh.

BACA :  Warga Keluhkan Genangan Air di Perempatan Sayabulu Kota Serang

Pernyataan itu disematkan dalam foto yang diunggah melalui akun intsagram resmi milik Dinas Kesehatan itu membuat sejumlah aktivis sakit hati. Dinkses dinilai, telah melecehkan kaum miskin.

Editor : Engkos Kosasih



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Terpopuler