Connect with us

Berita Terbaru

Bawa Adukan Semen ke Kantor Bupati Pandeglang, Warga Sindangresmi Gambarkan Penderitaan Ibu Hamil yang Ditandu

Published

on

Warga Sindangresmi saat Meggelar Teatrikal Ibu Hamil yang Ditandu saat Akan Mendapat Pelayanan Persalinan. Aksi ini Digelar di Depan Kantor Dinkes Pandeglang (BantenHits.com/Samsul Fatoni)

Pandeglang – Puluhan warga Kecamatan Sindangresmi dan Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Kesehatan, kantor Bupati dan DPRD Pandeglang, Kamis 6 Mei 2021.

Aksi mereka merupakan buntut dari adanya Ibu hamil yang ditandu pakai sarung dan bambu oleh warga menuju Puskesmas Sindangtesmi untuk melakukan persalinan.

Dalam aksinya, para pendemo menampilkan teatrikal yang menggambarkan penderitaan ibu hamil tersebut. Mulanya, para pendemo mengantungkan sarung ke bambu untuk membawa ibu hamil ke Puskesmas.

BACA :  Pemkab Lebak Sebut Gelaran Lokal 4F Bantu Wujudkan Daulat Pangan

Setelah ibu hamil diangkat ke tandu, tiba-tiba tandu mengalami sobek hingga menyebabkan ibu hamil tersebut jatuh. Pendemo juga menggambarkan kondisi pasien yang kehilangan bayi kembarnya gegara terlambat mendapat pertolongan medis, karena akses jalan.

Di akhir teatrikal, pendemo yang memerankan Ibu hamil yang ditandu, memberikan Kado spesial kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang, yakni berupa adukan semen atau beton.

Hal itu sebagai bentuk sindiran kepada Bupati Pandeglang dan Wakil nya, atas buruknya akses jalan di wilayah tersebut.

“Ini adalah kado spesial dari kami masyarakat Sindangresmi untuk Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang, yang telah menjanjikan adanya pembangunan jalan di Kecamatan Sindangresmi, tapi nyatanya hanya omong kosong,” ungkap Ahmad Fauji, salah seorang pendmo.

BACA :  Belum Selesaikan SPJ, Ratusan Desa di Lebak Belum Cairkan ADD Tahap Tiga

Orator lainnya, Robikin mengaku, akan memberikan surat pernyataan sanggahan terkait press rilis yang dibuat oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Pandeglang, yang menyebut bahwa jalan yang dilalui oleh Ibu hamil yang ditandu saat itu adalah jalan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN). 

“Pernyataan Bagian Humas dan Protokol Sekda Pandeglang yang menyebutkan bahwa jalan yang dilalui Ibu Enah saat ditandu menuju Puskesmas itu milik PTPN ternyata salah besar. Karena itu bukan jalan milik perusahaan, tapi jalan biasa yang melintasi perkebunan warga,” jelasnya.

Para pendemo pun menginginkan bertemu langsung dengan Kabag Humas dan Protokol Setda Pandeglang, untuk meminta klarifikasi terkait pernyataan tersebut, namun keinginan pendemo tidak membuahkan hasil dan tidak mendapati tanggapan.

BACA :  Warga Gruduk Kantor Pengembang Perumahan Penyebab Banjir

Editor : Engkos Kosasih



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Terpopuler