Connect with us

Berita Utama

Tokoh Banten Ungkap Bahaya Laten ‘TBC’ di Indonesia saat Silaturahmi Kebangsaan dengan BNPT, Apa Itu?

Published

on

Salah satu tokoh pendiri Provinsi Banten yang juga Ketua PB Mathla’ul Anwar, Embay Mulya Syarief.

Bogor – Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) menghadiri silaturahmi kebangsaan yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Sentul, Bogor, Rabu, 5 Mei 2021.

Ketua Umum PBMA, Embay Mulya Syarief yang dikenal seorang tokoh Banten hadir dalam silaturahmi tersebut didampingi Ketua I Ahmad Nawawi dan Sekretaris Eksekutif PBMA, Uday Suhada.

Dalam kesempatan itu, Embay menyampaikan dukungan Kepada Pemerintah bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) itu bagian dari teroris yang harus dikikis habis.

“Mathla’ul Anwar sebagai organisasi Islam inklusif yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah dan sosial, mendukung penuh tindakan tegas melalui security approach (pendekatan keamanan). Ini sudah terlalu lama, dan memang merupakan gerakan separatis yang harus ditindak tegas,” kata Embay seperti dilansir dalam keterangan tertulis yang diterima BantenHits.com, Kamis, 6 Mei 2021.

BACA :  Batal Kawin Gara-gara Calon Pengantin Wanita Diduga Dibawa Kabur Mantan, Sang Ibu Ungkap Sosok Pria Bermotor Besar

“Harus diingat bahwa negara kita ini lahir atas kesepakatan. Maka kita harus menghormati, patuh dan taat kepada kesepakatan yg sudah dibangun oleh para pendiri republik ini,” sambung pria yang dikenal salah satu tokoh pendiri Provinsi Banten ini.

Terorisme, lanjutnya adalah musuh kemanusiaan, musuh dunia, yang harus diperangi bersama. Oleh karena itu semua ideologi yg bertentangan dengan Pancasila harus diberantas.

“Bukan saja HTI, FPI, JAD, PKI dan yang lainnya,” tegasnya.

Di ujung pernyataannya, Ketum PBMA menyampaikan imbauan akan bahaya yang nyata merongrong bangsa ini.

“Masalah yang di depan mata saat ini adalah TBC, yakni Terorist, Bughot (pengkhianat) dan Corruption. Itu yang harus kita perangi bersama,” pungkasnya.

BACA :  Tragis! Satu Jam Terlantar, Jenazah Bocah yang Tenggelam di Sungai Cisadane Digendong hingga Rumah Duka

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler