Connect with us

Berita Terbaru

Wakil Gubernur Banten Minta Layanan Kereta Api di Setop Selama Masa Larangan Mudik

Published

on

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy (Istimewa)

Serang – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta pemerintah pusat menghentikan moda transportasi umum kereta api selama masa larangan mudik berlaku.

“Iya kan moda transportasi umum seperti bus AKAP itu memang sudah akan disetop, kami juga sudah usul ke Kemenhub (Kementerian Perhubungan) agar kereta api yang masuk wilayah Banten juga disetop,” kata Andika, Rabu 5 Mei 2021.

Menurut Andika, usulan yang disampaikannya saat rapat koordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait larangan mudik tahun 2021. Namun sampai saat itu belum ada kebijakan yang spesifik tentang larangan perjalanan kereta api, terutama ke wilayah Banten.

“Iya kan percuma juga kalau bus dilarang, tapi kereta api engga misalnya. Kan sama saja bohong,” jelasnya.

BACA :  Warga Bantaran Sungai Cimoyan Pandeglang Was-Was Saat Turun Hujan, Dipastikan Banjir

Andika juga menegaskan, operasi yang dilakukan oleh aparat gabungan pada 6-17 Mei bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya COVID-19 di wilayah Provinsi Banten.

Sebab lanjut Andika, menjadi tugas pemerintah bersama masyarakat agar libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1442 H tidak memunculkan kasus baru COVID-19 di Provinsi Banten.

“Seraya berdoa semoga pandemi COVID-19 segera berakhir, agar masyarakat dapat kembali menjalani rutinitas dengan aman dan produktif tanpa ada kekhawatiran terpapar virus COVID-19,” paparnya.

Sementara itu Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto mengatakan, operasi akan dilakukan selama masa Larangan Mudik yaitu pada 6-17 Mei 2021. Disebutkan Kapolda, pihaknya sedikitnya akan menurunkan 1.800 personil dibantu 700 personil dari Pemprov Banten yang meliputi personil Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Tenaga Kesehatan.

BACA :  Polsek Panimbang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Pada Anak

“Untuk penyekatan sendiri kita ada 19 titik, dengan 6 titik di jalan tol dan 13 titik di jalan arteri,” kata Kapolda. 

Editor : Engkos Kosasih



Terpopuler