Connect with us

Berita Terbaru

Terusik saat Dibangunkan Sahur, Sekelompok Pemuda di Kota Serang Bacok Anak Dibawah Umur

Published

on

Bacok

Ilustrasi Pembacokan (Google)

Serang – MF (16) warga lingkungan Sempu, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang, jadi korban pembacokan sekelompok pemuda. Peristiwa pembacokan itu bermula saat MF bersama rekan-rekannya mengelilingi perkampungan untuk membangunkan sahur.

Saat berada di tempat kejadian, yakni di sebuah gang di lingkungan Sempu, empat remaja berinisial MAD (19), MM (18), S (19), MF (18) merasa terusik dan menegur korban.
Tak cukup di sana, MAD kemudian mengambil sebuah cerulit yang disimpan di bawah kursi depan rumahnya lalu membacok MF.

“Pelaku MAD langsung membacok satu orang pemuda dari kelompok yang membangunkan sahur dengan menggunakan 1 bilah cerulit ke bagian leher, pinggang dan lengan tangan kanan,” kata Kasat Reskrim Polres Serang Kota, AKP Mochammad Nandar, Sabtu 8 Mei 2021.

BACA :  Diperiksa Inspektorat, ASN di Banten Keluhkan Sistem Finger Print Ganda

Menurut Nandar, setelah pelaku membacok korban hingga mengalami luka parah, para pelaku langsung melarikan diri ke belakang gang dan membuang senjata tajam tersebut di solokan dekat rumahnya.

Keempat pelaku itu kemudian diringkus Satreskrim Polres Serang di rumahnya masing-masing. Selain pelaku, pihak Kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa satu potong celana training warna hitam kuning dan satu buah sarung yang sudah dilinting berisikan batu yang ada bercak darah.

“Untuk penyidikan lebih lanjut, pelaku berikut barang bukti diamankan di Satreskrim Polres Serang Kota,” ujar Nandar.

Sedangkan dari hasil pemeriksaan, pelaku MAD terbukti melakukan pembacokan dan ditetapkan sebagai tersangka. Sementara rekan MAD, yakni, MM, S dan MF dipulangkan ke rumahnya karena tidak terbukti melakukan tindak pidana.

BACA :  Menteri BUMN, JB dan Bupati Iti Kompak Salam Dua Jari

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 80 undang-undang nomor 17 tahun 2016 atas perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, junto lasal 351 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun,” pungkasnya.

Editor : Engkos Kosasih



Terpopuler