Connect with us

Berita Terbaru

Kab. Tangerang Masuk 5 Wilayah Terbesar Peredaran Produk Pangan Impor Ilegal Setelah Jakarta

Published

on

Konfrensi Pers Intensifikasi Pangan di Kabupaten Tangerang oleh Loka POM Kabupaten Tangerang. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Kabupaten Tangerang masuk ke dalam 5 wilayah terbanyak peredaran produk pangan impor Tanpa Izin Edar (TIE). Hal ini berdasarkan intensifikasi Pengawasan Pangan yang dilakukan oleh seluruh Balai Besar/Balai POM/Loka POM dari awal April hingga akhir Mei 2021 nanti.

Kepala Loka POM Kabupaten Tangerang Widya Safitri mengungkapkan, sampai minggu keempat April 2021, petugas menemukan produk pangan impor Tanpa izin Edar (TIE) terbanyak lima wilayah kerja. 

Lima wilayah tersebut yakni BBPOM di Jakarta, BBPOM di Serang, BPOM di Batam, BBPOM di Bandar Lampung, dan Loka POM Kabupaten Tangerang. 

BACA :  Belum Resmi Dibuka, Ratusan Wisatawan Padati Wisata Negeri di Atas Awan Gunung Luhur

“Kalau produk impor tanpa izin edar di Kabupaten Tangerang itu kemarin paling banyak ditemukan pada minuman dan makanan ringan, seperti selai,” Ungkap Widya kepada BantenHits.com, Senin 10 Mei 2021. 

Kata Widya, khusus di Loka POM Kabupaten Tangerang jika dibandingkan data intensifikasi pangan tahun 2020, sarana yang tidak memenuhi ketentuan pangan mulai dari sarana ritel, distribusi, dan importir, meningkat 91,7 persen dari tahun lalu. 

Ia juga menyebut, peningkatan pangan yang tidak memenuhi ketentuan ini juga terjadi pada temuan produk-produknya, Jika di tahun 2020 lalu temuan produk tanpa izin edar sekitar 64 persen, produk rusak sebanyak 10,2 persen dan produk kadaluwarsa 1,1 persen. 

BACA :  Musda Golkar Kota Tangerang Batal Digelar?

Di tahun ini, lanjutnya, produk tanpa izin edar meningkat menjadi 77,3 persen, produk rusak 21,6 persen dan produk  kadaluwarsa 1 persen. 

“Tapi jika dibandingkan dengan data intensifikasi pangan tahun 2020 secara nasional, justru ada penurunan secara umum yah sebenarnya di Indonesia,” Ujarnya.

Widya menegaskan kepada pelaku usaha pangan untuk patuh terhadap peraturan perundang-undangan dalam menjatankan usahanya. Ia juga mengimbau kepada masyarakat harus menjadi konsumen cerdas dalam memilih pangan aman dengan selalu melakukan cek KLIK. 

“Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi pangan olahan,” Pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah

Capt: Konfrensi Pers Intensifikasi Pangan di Kabupaten Tangerang Oleh Loka POM Kabupaten Tangerang. 

BACA :  Polisi Bongkar Kasus Pencurian Emas di Maja; Bawa Kabur 500 Gram Emas Hanya Pakai Obeng



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler