Connect with us

Berita Terbaru

Sampai H-2 Lebaran Belum Terbit Aturan Larangan Ziarah Kubur di Banten, Zaki Sarankan Ini

Published

on

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengimbau warga tetap mematuhi protokol kesehatan saat melaksanakan ziarah kubur di Hari Raya Idul Fitri. Hingga H-2, aturan larangan ziarah kubur si Banten tak kunjung diterbitkan gubernur Banten. (BantenHits.com/ Rikhi Ferdian)

Tangerang – Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengaku masih menunggu keputusan Gubernur Banten perihal larangan ziarah kubur pada hari raya Idul Fitri 1442 H. 

Mengingat sudah H-2 Lebaran, Zaki mengatakan sudah tidak punya waktu untuk mengeluarkan surat larangan tersebut. 

“Larangan ziarah ini kan dari Gubernur DKI, kalau kita nunggu keputusan dari Gubernur Banten. Tapi saran saya waktunya sudah tidak ada jadi lebih baik memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mereka protokol kesehatan,” kata Zaki, Selasa 11 Mei 2021. 

BACA :  Sebuah Rumah di Sudimara Selatan Ambruk, Penghuni Selamat

Menurutnya, pada waktu yang sudah mepet seperti ini pihaknya sudah tidak mungkin banyak melakukan pelarangan kepada masyarakat. Padahal dirinya sudah mewanti-wanti agar peraturan dibuat sejak jauh hari. 

“Sebetulnya saya sudah mengingatkan sebelum puasa, untuk buat aturan yang kita bisa sosialisasikan jauh lebih lama kepada masyarakat, agar masyarakat taat. Tapi kalau waktunya sudah mepet begini, yasudah,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya hanya bisa membatasi kegiatan masyarakat seperti ziarah dan wisata saat hari raya Idul Fitri. Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. 

“Apa yang bisa kami lakukan nanti di tempat-tempat mungkin terjadi kerawanan,kerumunan akan kita bagikan masker, hand sanitizer, dan terus mengingatkan kepada masyarakat  untuk selalu taat prokes,” tandasnya.

BACA :  Bantuan untuk Korban Tsunami di Anyer dan Cinangka Terus Didistribusikan

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler