Connect with us

Berita Terbaru

Pengunjung Pantai Tanjung Pasir Dibatasi Lalu Disekat; Emak-emak Protes

Published

on

Emak-emak pedagang di Pantai Tanjung Pasir saat protes ke petugas Penyekatan. (FOTO Tangkap Layar Video amatir).

Tangerang- Penyekatan arus pengunjung menuju wisata pantai Tanjung Pasir tepatnya di Jalan Raya Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, sempat diwarnai aksi protes oleh puluhan pedagang yang didominasi oleh emak-emak, pada Sabtu 15 Mei 2021.

Aksi protes dilakukan, lantaran para pedagang itu kesal karena tak diizinkan masuk oleh petugas setelah kapasitas pengunjung di lokasi pantai Tanjung Pasir sudah mencapai batas maksimal.

Puluhan emak-emak yang tetap memaksa masuk sempat terlibat adu mulut dengan para petugas yang berjaga. Bahkan, mereka juga mencoba menerobos jalan dengan menggeser plang penyekatan yang terpasang di tengah jalan.

BACA :  Matin Syarkowi: Pesantren di Banten punya Andil dalam Proses Lahirnya Hari Santri Nasional

Camat Teluk Naga Zam-Zam Manohara membenarkan bahwa puluhan ibu-ibu yang melakukan aksi protes adalah para pedagang yang biasa berjualan di area pantai Tanjung Pasir.

“Ya memang tadi sempat ada protes dari para ibu-ibu (pedagang). Karena kan mereka sudah menyiapkan modal usahanya untuk berdagang yah. Cuma kan dari awal sudah kita sampaikan wisata tetap buka tapi tidak sampai kapasitas full,” Kata Zamzam kepada BantenHits.com

Ia tak memungkiri jika pada libur lebaran ini jumlah pengunjung di pantai Tanjung Pasir mengalami lonjakan. Para pengunjung tersebut berasal dari dan luar wilayah Kabupaten Tangerang.

Kendati begitu, saat ini lokasi wisata pantai tersebut sudah ditutup dan tak lagi menerima pengunjung karena kapasitasnya sudah maksimal sebanyak 50 persen.

BACA :  Polresta Tangerang Uji Coba Gelang Elektronik

“Sudah kita tutup sesuai dengan kapasitas maksimal sebanyak 50 persen. Kalau lonjakan pasti ada, tapi tetap kita melakukan penyekatan supaya tidak terlalu over load dari kapasitas yang sudah ditentukan,” Jelasnya.

Meski demikian, menurutnya saat ini situasi sudah kembali kondusif. Puluhan pedagang yang didominasi oleh emak-emak itu juga sudah membubarkan diri dengan tertib.

“Sudah, sudah kondusif. Sudah tidak menerima pengunjung sampai jam 9 malam nanti ditutup dibuka kembali besok pagi,” Tukasnya

Sementara itu, Yati (38) salah seorang ibu-ibu yang sempat ikut dalam aksi protes mengaku, merugi lantaran dagangannya berupa makanan dan minuman ringan banyak yang tidak terjual.

“Ya jelas rugi karena nggak boleh dagang di dalam padahal modalnya juga nggak sedikit,” Tandasnya.

BACA :  Disebut Radikal di Buku Pelajaran SD, PCNU Kabupaten Pandeglang Protes Kemendikbud

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler