Connect with us

Berita Utama

Tempat Wisata Ditutup Gubernur; Pedagang Curhat, Anak-anak di Banten yang Mau Masuk atau Keluar Sekolah Kan Harus Bayar!

Published

on

Eli Supianti (kanan), pedagang di Pantai Anyer mengeluhkan keputusan Gubernur Banten, Wahidin Halim yang menutup tempat wisata. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Gubernur Banten, Wahidin Halim tiba-tiba menutup seluruh destinasi wisata di Banten terhitung 16-30 Mei 2021.

Keputusan mendadak itu terbit setelah kerumunan massa yang tak diantisipasi sebelumnya menggila di Kawasan Wisata Pantai Anyer, Sabtu, 15 Mei 2021.

Membludaknya pengunjung Pantai Anyer bahkan memicu kemacetan di sepanjang jalan di kawasan wisata tersebut. Bahkan, arus lalu lintas di ruas tol Tangerang-Merak (Tamer) dialihkan imbas kemacetan parah menuju Pantai Anyer.

Gerbang Tol (GT) Cilegon Barat dan Cilegon Timur ditutup, arus kendaraan kemudian dikeluarkan di GT Merak.

Petugas saat itu mengimbau masyarakat untuk menunda berwisata karena kawasan Pantai Anyer hingga Carita sudah penuh. Masyarakat juga diminta untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) COVID-19.

BACA :  Sri Adiningsih: Pandeglang Harus Keluar dari Daerah Tertinggal

Juni-Juli Bulan Bayaran Sekolah

Eli Supianti, seorang pedagang di Kolam Tirta Nada, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, kepada awak media termasuk wartawan BantenHits.com, Mahyadi mengaku kecewa dengan keputusan Gubernur Banten, Wahidin Halim yang tiba-tiba menutup kawasan wisata.

“Sekarang saya usaha di sini. Cari makan di sini. Bayaran anak-anak sekolah juga (hasil jualan) dari sini. Sekarang ini kan sudah (mau) bulan Juni. Masak gak tahu? Juni-Juli semua keuangan sekolah yang mau masuk bayar yang keluar juga bayar,” kata Eli di depan tempat jualannya, Minggu, 16 Mei 2021.

Eli mengaku memiliki empat anak yang masih bersekolah. Sementara, satu-satunya sumber penghasilan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari termasuk biaya sekolah hanya bergantung hasil berjualan di Kolam Tirta Nada.

“Kalau kaya saya anaknya empat. Semua sekolah. Harapannya cuma dari sini. Sekarang (usaha ditutup) uangnya (untuk bayar sekolah) dari mana? Masak harus putus sekolah gara-gara nurutin peraturan seperti ini,” keluhnya.

BACA :  Disdukcapil Kota Tangsel Siapkan Kartu Identitas Anak Online

Sebelumnya, Wahidin Halim resmi mengeluarkan surat edaran terkait penutupan sementara seluruh destinasi wisata di Tanah Jawara.

Dalam surat edaran yang dutunjukan kepada
bupati dan wali kota se-Banten ini, tempat wisata ditutup selama dua pekan, terhitung sejak tanggal 16 – 30 Mei 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti membenarkan surat edaran tersebut. Isi surat itu meminta bupati dan wali Klkota menutup tempat wisata.

“Surat edaran tentang penutupan sementara destinasi wisata dampak libur hari raya Idul Fitri tahun 2021 di Provinsi Banten sudah ditansatangani Gubernur,” kata Ati kepada awak media, Sabtu malam, 15 Mei 2021.

Ati mengakui, selama libur Lebaran jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah destinasi membludak. Hal ini dikhawatirkan dapat memicu klaster penyebaran COVID-19

BACA :  Irna Restui Kurnia Satriawan Ikut Lelang Jabatan di Pemprov Banten

“Wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata, sangat padat dan ramai. Hal ini memicu timbulnya kerumunan yang berpotensi menimbulkan peningkatan kasus COVID-19 dari klaster wisata,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

NB: BantenHits.com melakukan perubahan judul berita yang semula “Pantai Anyer Ditutup Gubernur; Pedagang Curhat, Anak-anak di Banten yang Mau Masuk atau Keluar Sekolah Kan Harus Bayar!” menjadi “Tempat Wisata Ditutup Gubernur; Pedagang Curhat, Anak-anak di Banten yang Mau Masuk atau Keluar Sekolah Kan Harus Bayar!”

BantenHits.com juga mengoreksi keterangan terkait Eli Supianti. Yang semula disebut pedagang Pantai Anyer menjadi pedagang di Kolam Renang Tirta Nada, Walantaka, Kota Serang. Kesalahan terjadi karena ada salah persepsi pada materi peliputan yang dikirim tim. Demikian koreksi kami lakukan. 



Terpopuler