Connect with us

Berita Utama

Diduga untuk Sembunyikan Pembantaian Warga, Dua Kantor Media Internasional Dihancurkan Israel di Jalur Gaza

Published

on

Foto ilustrasi: Roket tempur Hamas untuk membalas serangan Israel di Palestina. (BBCIndonesia/Kompas.com)

Jakarta – Dua kantor media internasional, Associated Press (AP) dan Al Jazeera yang berada di sebuah bangunan 12 lantai di Jalur Gaza, Palestina, dihancurkan rudal yang ditembakkan Israel.

Dikutip BantenHits.com dari CNBC Indonesia yang mempublikasikan laporan Reuters, Sabtu, 15 Mei 2021, seorang jurnalis yang merupakan warga Palestina terluka akibat serangan tersebut.

Direktur Al Jazeera, Mostefa Souag menyebut itu adalah serangan biadab. Israel, menurutnya harus bertanggung jawab.

“Tujuan dari kejahatan keji ini adalah untuk membungkam media dan menyembunyikan pembantaian dan penderitaan rakyat Gaza yang tak terhitung jumlahnya,” ungkap Moestafa.

BACA :  Dispora Pandeglang Sebut Pembangunan Skatepark Tak Perlu Libatkan Komunitas

CEO AP Gary Pruitt mengatakan belasan jurnalis AP dan beberapa pekerja lepas berada dalam gedung itu. Beruntung mereka bisa selamat karena dievakuasi lebih cepat.

“Kami terkejut militer Israel akan menargetkan dan menghancurkan gedung yang menampung biro AP dan organisasi berita lainnya di Gaza,” kata Gary.

“Dunia akan tahu lebih sedikit tentang apa yang terjadi di Gaza karena serangan yang terjadi hari ini,” sambungnya.

Pemerintah AS, melalui Sekretaris Biro Pers Gedung Putih Jen Psaki telah berkomunikasi langsung dengan Israel dan meminta agar memastikan keamanan jurnalis.

Juru Bicara Militer Israel Letkol Jonathan Conricus menolak dikatakan pihaknya membungkam media. Pihak Israel telah memberi peringatan sejak awal, bahwa akan ada serangan ke gedung tersebut karena diduga menjadi persembunyian militer Hamas.

BACA :  8.900 Peserta Berebut 318 Formasi CPNS di Kabupaten Lebak

“Itu benar-benar salah, media bukanlah sasarannya,” ungkapnya kepada Reuters.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler