Connect with us

Berita Terbaru

Catat! Ini Mekanisme Pilkades di Pandeglang yang Digelar di Tengah Pandemi COVID-19

Published

on

Kepala DPMPD Pandeglang, Doni Hermawan saat Memberikan Keterangan Pers Terkait Pilkades (BantenHits.com/Samsul Fatoni)

Pandeglang – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2021 di Kabupaten Pandeglang, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Mengingat pada tahun ini masih dilanda pandemi COVID-19.

Meski demikian, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang, menyiapkan beberapa mekanisme untuk mengantisipasi kasus baru COVID-19 dari klaster Pilkades.

Kepala DPMPD Pandeglang, Doni Hermawan mengatakan, pada Pilkades tahun ini dibagi beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam satu Desa. Hal ini dinilai efektif untuk menghindari kerumunan.

“Biasanya Pilakdes itu hanya satu Tempat Pemungutan Suara (TPS), tapi sekarang bisa lebih banyak. Jumlah pemilih dalam satu TPS itu hanya sebanyak 500 orang, jadi ketika ada 2000 pemilih otomatis harus ada 4 TPS,” kata Doni, Jumat 21 Mei 2021.

BACA :  DPRD Heran BKD Terlibat dalam Pengangkatan Kepala SMA/SMK Negeri di Banten, Pemprov Kangkangi Permendikbud?

“Selain jumlah TPS yang diperbanyak, dan juga tidak ada istiilah para calon kades didudukan dalam satu pangung. Akan tetapi para calon tetap di rumahnya masing-masing,” ujarnya.

Menurut Doni, di masing-masing TPS juga nantinya bakal disiaplan sarana protokol kesehatan, seperti masker, hand sanitizer dan tempat mencuci tangan.

“Di tiap TPS juga nantinya disiapkan sarana protokol kesehatan, seperti pada pemilihan anggota Legislatif dulu. Semua kebutuhan prokes disiapkan,” terangnya.

Selain pada peroses pemilihan, tahapan-tahapan Pilkades yang lainnya juga diatur. Seperti pembuatan SKCK yang cukup di Polsek.

“Seperti calon yang membutuhkan pelayanan SKCK itu cukup hanya di tingkat Polsek saja, dan nanti pihak Polsek yang ke Polresnya. Begitupun dengan kebutuhan persyaratan lainnya,” tandasnya.

BACA :  Jahri Balita dengan Benjolan di Wajah Dirujuk ke RSUD Banten

Terpisah, Asda I Setda Pandeglang, Ramadani menuturkan, tentunya ada perbedaan mekanisme pelaksanaan Pilkades saat ini dibanding dengan sebelumnya. Semua pelaksanaan diatur dengan aturan masa pandemi COVID-19, dengan tujuan untuk menghindari penyebaran Covid-19 tersebut.

“Protokol kesehatan harus betul-betul diterapkan dalam Pilkades serentak ini. Jumlah TPS diperbanyak dan jumlah hal pilih dalam satu TPS itu juga diatur, maksimal berjumlah sebanyak 500 hak pilih dalam satu TPS,” jelasnya.

Aturan itu tambah Ramadani, harus dipahami oleh para panitia Pilkades mulai dari tingkat desa dan kecamatan. Makanya, para panitia Pilkades ini diberikan arahan selama beberapa hari, supaya benar-benar memahami aturan Pilkades dimasa pandemi ini.

“Penambahan TPS dan pengaturan jumlah hak pilih di tiap TPS itu untuk menghindari kerumunan. Karena kalau hanya satu TPS saja, otomatis kerumunan orang akan terjadi. Makanya setiap TPS paling tidak jumlah hak pilihnya maksimal 500 orang,” tandasnya.

BACA :  Berantas Narkoba, Dalam Sebulan Polisi Tangkap 25 Tersangka Narkoba di Tangerang

Editor : Engkos Kosasih



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Terpopuler