Connect with us

Berita Utama

Mad Romli Minta Maaf Telah Jadi ‘Biang’ Kisruh Toa Masjid Antara Penghuni Cluster Illago dengan Warga Curug Sangereng

Published

on

Abdul Haer, salah seorang pengurus Masjid Al Fudollah yang suara toa-nya diprotes warga dari Cluster Illago.(BantenHits.com/ Rikhi Ferdian)

Tangerang – Warga menggeruduk Perumahan Elit Cluster Illago Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu malam, 19 Mei 2021.

Aksi warga dipicu protes Mad Romli (43), seorang sopir pribadi penghuni Cluster Illago ke pengurus Masjid Alfudollah.

Masjid tersebut terletak di RT 002, RW 001, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang dan berbatasan langsung dengan Cluster Illago.

Abdul Haer, pengurus masjid yang diprotes kepada wartawan termasuk wartawan BantenHits.com, Rikhi Ferdian mengatakan, Mad Romli menghubungi dirinya untuk menggeser toa masjid karena bosnya merasa terganggu.

BACA :  Ledakan di PT Indorama Petrochemical, Bahan Kimia Hujani Permukiman Warga

Beruntung aksi warga berhasil diredam dan diselesaikan petugas TNI Polri di wilayah Kelapa Dua, sehingga tak sampai meluas.

Mad Romli pun akhirnya meminta maaf dan meralat ucapannya soal protes ke pengurus masjid karena diperintah bosnya.

Dikutip BantenHits.com dari Detik.com, dia mengaku protes tersebut adalah inisiatifnya tanpa ada permintaan dari majikannya. Dia pun meminta maaf atas kejadian tersebut.

“Saya meminta maaf atas kekeliruan saya menyuruh DKM Masjid Al Fudollah untuk mengecilkan suara Toa,” ujarnya dalam rekaman video seperti dilansir detik.com, Kamis, 20 Mei 2021.

“Saya di sini melakukan atas inisiatif saya sendiri dan tidak ada disuruh orang lain yang beredar di sosial media,” tambahnya.

BACA :  Pasien Corona Sembuh di Kota Tangerang Meningkat, Wali Kota Bocorkan Jurus "Si Gacor" dan Tips Bantu Imunitas Tubuh

Dia juga menyesali perbuatannya yang sudah meresahkan warga Desa Curug Sangereng tersebut. Dia mengaku ke depannya akan lebih berhati-hati dalam bertutur kata.

“Sekali lagi saya meminta maaf kepada warga Curung Sangereng dan tiga pilar, khususnya. Ke depannya saya berhati-hati dalam bertutur kata dan akan mendukung semua program yang ada di Curug Sangereng,” ujarnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler