Connect with us

OPINI

Silaturrahim Kebangsaan PKS

Published

on

Dian Wahyudi Ketua Generasi Muda (GEMA) Keadilan Lebak. (Istimewa)

BantenHits- Sejak beberapa pekan yang lalu Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan Silaturahim Kebangsaan, dengan menerima dan bertandang kebeberapa kantor DPP Partai Politik serta beberapa Ormas.

Diawali dengan silaturrahmi kebangsaan antara DPP PKS dan DPP PPP, seperti dikutip Tribunnewscom, kedua partai membahas langkah-langkah politik, diantaranya sepakat untuk terus memperjuangkan Rancangan Undang-undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol (Minol), RUU Perlindungan Ulama, dan RUU lainnya. Komitmen dalam kerja sama memperkuat demokrasi yang sehat, melalui kerja sama di bidang politik dalam kontestasi politik ke depan, ataupun juga dalam kerja-kerja legislasi di DPR.

Dilanjut silaturrahim dengan DPP Partai Demokrat. Membahas terkait penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini, diketahui, walaupun semakin banyak yang telah divaksin, namunangkanya sudah lebih dari 12 juta orang, tetapi jika dihitung atau dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, masih harus bekerja keras. Sehingga berharap vaksinasi bisa dilakukan secara makin efektif, dan lebih membangun kesiapan masyarakat kita dalam menghadapi Covid-19. Disamping itu, tekanan atau resesi ekonomi yang menjadi dampak utama dari Covid-19, juga harus disikapi secara bersama-sama, termasuk dampak langsung terhadap ekonomi rakyat. Banyak masyarakat yang harus kehilangan pekerjaan, penghasilan, dan akhirnya menambah jumlah kemiskinan dan ketimpangan di negeri ini.

Dalam pertemuan tersebut, menurut Presiden PKS Ahmad Syaikhu, perlu juga penegakkan hukum, sehingga betul-betul hukum berpihak pada kebenaran dan keadilan, bukan berpihak kepada kekuasaan. Sehingga siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum, tentu harus mendapatkan perlakuan yang adil, sehingga masyarakat akan melihat bahwa dalam proses penegakkan hukum adil. Juga sangat mengutuk keras terjadinya berbagai tindak-tindak radikalisme, terorisme, separatisme, dan sebagainya. Ini menjadi perhatian dari semua elemen anak bangsa Indonesia. Dan mudah-mudahan dengan seluruh komponen elemen anak bangsa bersatu, insya Allah berbagai tindak-tindak terorisme, radikalisme, separatisme, insya Allah akan bisa diredam dari bumi Indonesia yang kita cintai.

BACA :  Pasca Pesta Demokrasi, Mana yang Lebih Penting

Serta dengan berkunjung ke kantor DPP PDI Perjuangan, seperti dilansir berbagai media, kedatangan PKS ingin belajar bagaimana mengurus negara. Tak segan Habib Aboebakar Al Habsi, Sekjend PKS meminta langsung kepada Sekjend PDIP Hasto Kristiyanto, agar dapat membagikan ilmu mengurus negara kepada PKS.

Saat ber-silaturrahim ke kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Presiden PKS Ahmad Syaikhu langsung memimpin delegasi DPP PKS, diterima oleh Ketua Umum PKB Ahmad Muhaimin Iskandar dan jajaran. Ahmad Syaikhu mengungkapkan PKS dan PKB bersinergi untuk menampilkan dan mengamalkan nilai-nilai Islam moderat yang Rahmatan Lil ‘alamin dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Mengingatkan agar negara memberikan penghormatan atas jasa-jasa para pahlawan nasional, termasuk para ulama yang berjuang dan berkorban besar melawan penjajahan, salah satunya adalah Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari sebagai pendiri NU, sebagai bentuk penghormatan, memastikan beliau masuk dalam dokumen Kamus Sejarah Indonesia Jilid I terbitan Kemendikbud. Dalam pertemuan tersebut, PKS juga mendorong agar Indonesia menjadi pusat ekonomi keuangan syariah dan pusat industri halal dunia. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia harus mampu menjadi destinasi utama investasi syariah dunia dan wisata halal global. Ketua Umum PKB Ahmad Muhaimin Iskandar menyambut baik silaturahim dengan PKS, karena selama ini PKB dan PKS sudah bekerjasama secara produktif di DPR.

Silaturrahim dilanjut dengan DPP Partai Golkar. Dalam situasi konflik dan pemulihan ekonomi, menurut Ketua Partai Golkar Airlangga, posisi PKS dan Golkar sama, karena mendahulukan kepentingan negara dan bangsa. Sehingga untuk penanganan covid dan pemulihan ekonomi, langkah yang diambil pemerintah tentunya memerlukan masukan-masukan dari partai-partai di luar pemerintah termasuk PKS, agar sasaran-sasaran yang diberikan tepat sasaran. Kemudian juga catatan-catatan terkait dengan pemulihan ekonomi ke depan.

Sementara itu, PKS menyampaikan pokok pikiran mengenai dampak serius pandemi Covid-19 bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya para pekerja, pelaku UMKM, dan masyarakat miskin. Momentum Pandemi Covid-19 ini bagi negara agar meringankan beban rakyat. PKS mengusulkan memberikan keringanan pajak bagi masyarakat menengah-bawah yang merupakan kelompok yang paling besar terdampak ekonomi, khususnya bagi pekerja, buruh, dan karyawan. Insentif pajak diusulkan oleh PKS berupa pembebasan pajak STNK roda dua dan pembebasan pajak penghasilan (PPh) untuk masyarakat berpenghasilan kurang dari 8 juta rupiah perbulan. Menurut Sekjend PKS Habib Aboebakar, insentif pajak ini sangat tepat sasaran karena mentarget kelompok masyarakat berpenghasilan menengah kebawah yang menopang konsumsi masyarakat.

BACA :  Baduy Dalam Pergulatan Demokrasi: "Mencari Solusi Demokrasi Baduy"

Saat silaturrahim dengan DPP Partai Nasdem, disamping memperkenalkan pengurus baru, PKS juga ingin memperkuat kerjasama di parlemen khususnya untuk menggolkan aspirasi masyarakat. Mulai dari penguatan UMKM hingga pelestarian hutan dan pajak kendaraan roda dua. Serta membangun komunikasi politik untuk menyamakan frekuensi. PKS, menurut Ahmad Syaikhu, meyakini silaturahim kebangsaan antar pemimpin partai politik di Indonesia ini akan membawa kebaikan bagi pembangunan demokrasi dan politik di Indonesia. Meski posisi politik Nasdem dan PKS berbeda, tapi bukan menjadi penghalang untuk saling berkomunikasi dan saling menghormati. Perbedaan harus dimaknai sebagai cara masing-masing dalam berkontribusi membangun bangsa.

Sedangkan kepada Partai Gerindra, PKS mengajak untuk mendukung RUU Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol Agama agar tidak ada kriminalisasi dan persekusi terhadap tokoh agama, maupun penodaan terhadap simbol agama. Serta berbicara tentang penanganan Covid-19 kepada Prabowo.

Sedangkan silaturrahim PKS ke Majelis Ulama Indonesia (MUI), bermaksud ingin meminta nasihat, bimbingan, dan doa dari para ulama di MUI agar PKS istiqamah membela umat. Bagi PKS, MUI adalah lembaga terhormat dan mulia yang memiliki tugas penting membimbing umat. Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyampaikan, bahwa PKS siap bersinergi dengan MUI untuk kepentingan umat dan bangsa. Karena itu PKS terbuka dan siap bersinergi dengan MUI dalam berbagai hal untuk kepentingan umat dan bangsa ke depan. Diantaranya yang berkaitan upaya menyebarluaskan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, menjaga Pancasila dan NKRI, mengokohkan ukhuwah islamiyah, menjaga kerukunan antar umat beragama, pemberdayaan ekonomi umat, dan lain sebagainya.

BACA :  Ring Roads Solusi Antisipasi Kemacetan Kota Rangkasbitung Akibat Adanya Jalan Tol

Langkah silaturrahim Kebangsaan yang dilakukan oleh DPP PKS, selanjutnya diikuti pula oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS se-Indonesia. Melakukan silaturrahim kepada Partai Politik dan Ormas di daerah.

Disisi lain, menurut pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai safari politik DPP PKS ke sejumlah partai politik itu merupakan langkah awal merajut kekuatan politik menjelang Pemilu 2024. Menurut Ujang, ibarat sepak bola, PKS tengah melakukan stretching atau pemanasan untuk menghadapi kontestasi pemilu yang sedianya digelar pada 2024 mendatang, seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL. Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini berpandangan bahwa PKS tidak hanya sekedar berencana untuk membangun kekuatan dengan partai-partai politik berbasis Islam semata untuk pilpres nanti. Namun lebih jauh daripada itu, PKS juga ingin membangun kekuatan dengan partai-partai lainnya. PKS ingin berkawan dengan semua partai. Bukan hanya dengan partai Islam. Tapi juga dengan partai-partai nasionalis.

Terlepas dari itu semua, langkah silaturrahim DPP PKS sampai ke level DPD PKS se-Indonesia perlu diapresiasi. Beban berat jangan dipikul sendiri. Karena esensinya berbagi peran merupakan bentuk sinergi. Tidak ada organisasi yang berhasil dengan baik jika semua dikerjakan sendiri, berbagi peran merupakan bentuk sinergi, dan menurut para pakar manajemen, begitulah adanya Organisasi Modern, memberikan peran untuk semua orang. Semua bergerak, semua memiliki peran dan kualitas yang sama tanpa melihat beban, tapi kinerja, amanah, semua penting. Bahkan dengan orang lain sekalipun. Bersinergi dengan siapapun, merekatkan yang renggang, menyambung yang jauh. Mendengar, membersamai masyarakat.

Penulis: Dian Wahyudi Ketua Generasi Muda (GEMA) Keadilan Lebak



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler