Connect with us

Berita Terbaru

Ketika Apple dan Partai Komunis Akrab hingga Akhirnya China Bisa Dikendalikan Data Warga Sepenuhnya

Published

on

Foto Ilustrasi data warga dikendalikan: tribunnews.com.

Jakarta – Serentetan pernyataan mengejutkan dilontarkan pendiri Telegram, Pavel Durov, menyusul terbitnya artikel New York Times yang mengungkap peranan Apple dalam kegiatan pengawasan dan sensor di China.

Dikutip BantenHits.com dari Kompas.com, berikut pernyataan-pernyataan Pavel Durov yang menohok ini:

1. Mendulang Untung dari Teknologi Usang

Durov mengatakan sikap Apple yang tunduk kepada pemerintah negeri tersebut sebenarnya tak aneh karena perusahaan-perusahaan teknologi besar seringkali lebih mengutamakan profit ketimbang kebebasan.

Khusus untuk Apple, pabrikan itu disebutnya “sangat efisien” mendulang untung dengan menjual perangkat berteknologi usang yang dihargai kelewat mahal, kepada konsumen yang dikunci di dalam ekosistem eksklusif.

BACA :  Air Sungai Cimanis Pandeglang Tiba-tiba Meluap, Bocah Pencari Kerang Hilang Terseret

“Memiliki iPhone membuat Anda jadi budak digital Apple – Anda hanya bisa memakai aplikasi yang dibolehkan Apple dari App Store, dan Anda hanya bisa menggunakan iCloud Apple untuk mencadangkan data,” tulis Durov di kanal Telegram miliknya.

Durov menyebut layar iPhone sebagai salah satu “teknologi usang yang dihargai kelewat mahal”. Refresh rate yang didukung hanya 60 Hz, tertinggal jauh dari panel 120 Hz di ponsel-ponsel Android yang menampilkan animasi gerakan lebih mulus.

“Setiap kali saya harus menggunakan iPhone untuk menguji aplikasi iOS, saya merasa seperti terlempar ke abad pertengahan,” ujar Durov lagi.

2. Kendalikan Data Warga

Apple ini, menurut Durov, senada dengan sikap Partai Komunis China sehingga keduanya pun akrab. Lewat Apple, lanjutnya, pemerintah China sepenuhnya bisa mengendalikan data dan aplikasi warganya yang menggunakan iPhone.

BACA :  Sebelum Dibunuh Farah Berhubungan Intim dan Terima Uang Rp 4 Juta

Menurut laporan New York Times yang dihimpun KompasTekno, Jumat , 21 Mei 2021, China penting bagi Apple karena di sanalah sebagian besar produknya dibuat. China juga menyumbang sekitar sepertlima dari pendapatannya.

Apple pun manut kepada China, termasuk dengan menyensor aplikasi-aplikasi App Store yang dipandang bisa bersinggungan dengan pemerintah, serta menyerahkan data pengguna dari China ke server yang dikelola oleh perusahaan milik pemerintah China pula.

Direktur Amnesty International untuk wilayah Asia, Nicholas Bequelin, mengatakan bahwa Apple telah menjadi bagian dari mesin sensor pemerintah China yang mengendalikan aktivitas-aktivitas di jaringan internet di sana.

“Kalau Anda lihat dari perilaku pemerintah China, Anda tak melihat ada perlawanan apapun dari Apple – tak ada sejarahnya membela prinsip yang menurut Apple selalu dijunjungnya tinggi-tinggi,” ujar Bequelin.

BACA :  Polisi Minta Simpatisan Rizieq Shihab Pulang

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler