Connect with us

Berita Terbaru

Dear Pak Nadiem, 300 Pelajar SMP di Lebak Putus Sekolah Karena Kelamaan Belajar Daring

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Ratusan Pelajar SMPN 1 Mancak saat duduk di bahu jalan depan sekolah lantaran tidak bisa masuk akibat geding sekolah di segel ahli waris. (Dok. Bantenhits)

Lebak- Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lebak mencatat terdapat 300 pelajar SMP Negeri memilih untuk berhenti atau putus sekolah. Penyebabnya karena proses belajar mengajar secara daring yang terlalu lama.

Ironinya, sekitar 6 ribu pelajar lainnya juga berstatus tidak jelas. Bagaimana tidak, mereka dilaporkan tidak aktif saat proses belajar daring maupun luring.

“khusus yang 6000 ini, saat diberi materi belajar atau tugas dalam proses pembelajaran daring maupun luring, tidak pernah mengikutinya dengan baik. Begitu pula saat dicek kekediamannya, oleh guru dimasing-masing SMP tempat dia sekolah, jarang berada di rumah,”kata Kepala Dindik Lebak, Wawan Ruswandi, Selasa, 25 Mei 2021.

BACA :  Penjelasan Khatib Muhammadiyah: Tidak Diminta Tandatangan Hanya Catat Nama

Karenanya, kata Wawan Pemkab Lebak saat ini sudah mulai menerapkan proses belajar tatap muka bagi beberapa sekolah yang masuk kriteria.

“Bila daring masih terus dilakukan ataupun diperpanjang, kami khawatir jumlah siswa yang berghenti atau putus sekolah akan semakin meningkat jumlahnya,”katanya.

Wawan menerangkan, di Kabupaten Lebak 626 dari 773 Sekolah Dasar (SD), 84 dari 217 SMP Negeri dan swasta telah melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

“Untuk SMP yang hingga kini belum melaksanakan belajar tatap muka, sebagian SMP yang berada di Rangkasbitung, karena para gurunya belum divaksin,”terangnya.

“Afar bisa melaksanakan belajar tatap muka, kami sudah melakukan kordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak, agar para guru SMP di Rangkasbitung bisa diprioritaskan pemberian vaksinya,”tambahnya.

BACA :  Bupati Irna Akui Pendataan Randis di Pandeglang Kacau

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler