Connect with us

Berita Terbaru

Pasien Ditandu Terus Berulang, Komisi IV DPRD Pandeglang Minta Pemkab Cari Solusi

Published

on

Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang, Habibi Arafat (Dok. Pribadi)

Pandeglang – Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang, Habibi Arafat mendesak Pemkab mencarikan solusi terkait pasien ditandu ketika ingin mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Sindangresmi, Pandeglang.

Menurut Habibi, persoalan yang terus berulang di Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi ini gegara tidak ada akses jalan yang bisa dilalui oleh kendaraan.

“Saya juga menelusuri kebawah untuk mengetahui permasalahan (Pasien Ditandu). Ternyata itu akses jalan susah dilalui kendaraan, makanya saya meminta Pemda segera membuka akses jalan di wilayah itu,” kata Habibi, Sabtu 29 Mei 2021.

Politisi Golkar ini menilai, pelayanan kesehatan di Puskesmas Sindangresmi sudah bagus. Namun karena masih buruknya akses jalan, sehingga ketika ada warga yang sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan di Puskesmas, terpaksa harus ditandu oleh warga yang lain.

BACA :  Nyamar di Bank; Anggota Resmob dan Jatanras Polres Lebak Bekuk Bandit yang Incar Nasabah BRI, BNI dan Mandiri

“Saya juga terus berupaya mensorong pemerintah agar segera membangun jalannya, terlebih wilayah itu adalah Dapil saya, maka semaksimal mungkin saya akan mendorong supaya segera ada pembangunan jalan,” pungkasnya.

Pasien Ditandu

Diberitakan sebelumnya, aksi warga menandu pasien dengan menggunakan sarung dan pohon bambu, kembali terjadi di Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Adalah Asmi (70) pasien penderita penyakit maag dan darah tinggi itu, terpaksa harus ditandu menuju Puskesmas Sindangresmi, lantaran tidak adanya akses jalan di wilayah tersebut yang bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.

Beberapa pekan lalu, warga Sindangresmi juga menandu seorang ibu hamil menuju Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan persalinan. Adalah Enah warga Kampung Kadugedong, Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang.

BACA :  Rino Soleh Sumitro Jabat Kepala Rutan Pandeglang

Wanita berusia 30 tahun yang hendak melahirkan itu ditandu warga menyusuri jalan setapak sepanjang 4 kilometer menuju Puskesmas Sindagresmi untuk mendapatkan penanganan medis.

Dalam perjalanan, Enah sempat terjatuh dari tandu hingga menyebabkan bayi kembar di dalam kandunganya meningal dunia.

Sebelumnya, Jumat, 15 April 2021, sekitar pukul 16.00 WIB, seorang ibu hamil yang hendak melahirkan terpaksa ditandu warga menggunakan sarung dan bambu menuju Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Karangbolong, Kecamatan Cigeulis.

Ibu hamil itu adalah Anis, warga Desa Karangbolong. Warga terpaksa menandu Anis karena akses jalan dari rumah Anis sampai ke Pustu sulit dilalui kendaraan roda empat. Sedangkan jarak dari rumah Anis sampai ke Pustu mencapai 3 kilometer.

BACA :  Mafia Proyek "Gentayangan" di Pandeglang, Koalisi Rakyat Minta KPK Turun

Kisah perjuangan Anis agar bisa melahirkan di Fasilitas Kesehatan (Faskes) ini diabadikan di media sosial oleh pemilik akun Faceebook, Marinah, yang merupakan tetangga Anis.

Editor : Engkos Kosasih



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler