Connect with us

Berita Terbaru

Perajin Tahu Tempe di Kab. Tangerang Uring-uringan Harga Kedelai Naik; Para Pedagang Juga Pilih Mogok Berjualan

Published

on

Sadeli (43), Salah Satu Perajin Tempe di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Perajin tahu dan tempe di Kabupaten Tangerang mengeluhkan masih tingginya harga bahan baku kedelai pasca puasa dan lebaran. Terpantau, harga kedelai saat ini mencapai Rp. 11.000 per kilogram dari harga normal Rp. 8.000 per kilogram. 

Sadeli (43), salah satu perajin tempe di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, mengaku jika tingginya harga kedelai sudah terjadi saat menjelang bulan puasa. Bahkan sampai sekarang harganya terus merangkak naik. 

“Harganya hampir tiap minggu meningkat mulai dari harga normal Rp.8.000, kemudian seminggu selanjutnya naik menjadi Rp.10.000 dan sekarang sampai Rp.11.000 per kilogramnya,” Kata Sadeli, Jumat 4 Juni 2021. 

BACA :  Polisi Buru Terpidana Narkoba yang Kabur Usai Divonis PN Tangerang

Agar usahanya bisa terus berjalan, ia terpaksa menaikan harga jual kepada para pedagang tahu dan tempe dengan ukuran yang lebih kecil. Hal tersebut terpaksa ia lakukan agar tak mengalami kerugian di tengah harga bahan bakunya yang terus naik. 

“Ya jelas ini sangat merugikan kami perajin tahu tempe. Dengan kondisi seperti ini terpaksa kami harus menaikan harga. Malah ada temen saya yang memperkecil ukuran produksinya,” Keluhnya.

Ia menambahkan, meski usahanya masih bisa berjalan namun ia tak memungkiri banyak konsumennya yang komplain. Ia berharap, pemerintah bisa segera mencari solusi supaya harga kedelai di pasaran bisa kembali normal. 

“Karena kalau kondisinya terus seperti ini bakal banyak perajin tahu dan tempe yang gulung tikar,” Ujarnya.

BACA :  Polda Banten Catat 649 Pengendara Meregang Nyawa Akibat Lakalantas di Tahun 2019

Sementara itu, dari pantauan BantenHits.com dalam dua hari terakhir, dampak dari melonjaknya harga kedelai para pedagang tahu tempe di pasar tradisional Gudang Tigaraksa memilih untuk mogok berjualan. 

Bukan tanpa sebab, hal ini lantaran para pedagang mengalami penurunan penghasilan imbas dari tingginya harga kedelai. Bahkan, tak sedikit pedagang tahu tempe yang mengaku merugi. 

“Harga kedelai mahal nggak sesuai sama pendapatan. Ya jelas merugikan. Kami sudah mogok berjualan dari kemarin (Kamis, 3 Juni 2021) sampai harga kedelai turun,” Ungkap Yusuf (32) salah seorang pedagang.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler