Connect with us

Berita Terbaru

Di Kab. Tangerang Ada 1.945 Calon Jamaah Haji Batal Berangkat; Padahal Sudah 10 Tahun Menunggu

Published

on

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang Dedi Mahfudin. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Sebanyak 1.945 calon jamaah haji asal Kabupaten Tangerang dipastikan batal berangkat ke tanah suci.

Pembatalan ini menyusul keputusan pemerintah Indonesia yang tidak memberangkatkan jamaah haji tahun 1442 H/2021 M.

Kepala kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tangerang Dedi Mahfudin mengatakan, keseluruhan calon jamaah haji yang batal berangkat di tahun 2020/2021 sebanyak 1.739 orang.

Kemudian ditambah dengan jamaah pelunasan gabungan seperti anak mendampingi orang tua atau suami mendampingi istri sebanyak 206 orang, sesuai kuota dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU).

Sehingga total jamaah haji yang batal diberangkatkan berjumlah 1.945 orang.

“Dengan regulasi pemerintah berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021 ibadah haji tahun ini dengan sangat terpaksa harus ditunda keberangkatannya,” Kata Dedi kepada BantenHits.com, Selasa 8 Juni 2021.

BACA :  Saeni Sempat Sakit Setelah Dagangannya Diangkut Satpol PP Kota Serang

Menurut dia, alasan utama pemerintah Indonesia tidak memberangkatkan ibadah haji tahun 2020/2021 didasarkan pada pertimbangan kesehatan dan keselamatan para jamaah haji.

Terlebih Indonesia termasuk dalam negara 20 negara dengan tingkat penyebaran COVID-19 yang cukup tinggi.

“Sebenarnya, rencana pemberangkatan haji tahun 2020/2021 ini sudah dipersiapkan dengan maksimal. Tapi atas dasar pertimbangan kesehatan dan keselamatan terpaksa ditunda,” Ujarnya.

Ia menambahkan, ribuan jamaah yang batal berangkat tahun ini merupakan calon haji yang sudah masuk dalam daftar tunggu (waiting list) sejak 10 tahun lalu.

Kendati begitu, seluruh jamaah haji yang batal berangkat tersebut akan menjadi prioritas untuk diberangkatkan ke tanah suci di tahun depan.

“Meski batal berangkat alhamdulillah belum ada jamaah yang ingin menarik uangnya kembali,” Tukasnya.

BACA :  Antasari Azhar: Saya Orang Bebas Sebebas-bebasnya

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler