Connect with us

Berita Terbaru

Vaksinasi Massal di Kab. Tangerang yang Dikunjungi Jokowi Ricuh; Warga dan Petugas Adu Mulut

Published

on

Petugas Vaksinasi Massal Saat Menutup Pintu Masuk Area Vaksin Karena Warga Terus Berdatangan. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Vaksinasi massal Covid-19 di Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, diwarnai aksi adu mulut antara warga dan petugas. 

Cekcok antara warga dengan panitia pelaksana itu, dipicu oleh kekecewaan warga yang tak diizinkan masuk ke lokasi vaksinasi dengan alasan jatah vaksin sudah habis. 

Padahal para warga yang mengaku sudah mendapat kartu antrian itu sudah menunggu selama berjam-jam. 

Tak sedikit warga yang merasa kecewa dan memaksa masuk hingga terjadi bersitegang dengan petugas yang berjaga. 

“Memang sebenarnya kuotanya ada berapa pak? Terus untuk apa kemarin kami di data di kecamatan kalau sampai sini nggak boleh masuk? Nggak bisa divaksin,” Bentak salah seorang warga kepada petugas. 

BACA :  Dapat Izin Khusus, Penerbangan Domestik Lion Air Group Beroperasi Lagi Mulai 3 Mei 2020 Tapi Hanya untuk Orang Tertentu

Rasa kecewa juga diutarakan oleh Pandi (34), warga Binong, Kecamatan Curug, yang tak diizinkan masuk oleh petugas. 

Ia dan tiga orang anggota keluarganya sengaja datang ke Sport Center Kelapa Dua, untuk mendapatkan vaksinasi gratis yang digelar oleh Pemkab Tangerang bersama TNI Polri. 

Menurut informasi yang ia terima, warga Curug bisa disuntik vaksin Covid-19 hanya dengan menunjukkan KTP. Namun, kenyataannya ia malah tak diizinkan masuk oleh petugas. 

“Tolong kami mas, kami warga Binong Curug, warga Kabupaten Tangerang, warga pak Zaki. Mohon dibantu mas untuk keluarga kami supaya bisa divaksin,” Kata Pandi kepada Wartawan BantenHits.com.

Rasa kecewa juga diungkapkan oleh Iwan (26), salah satu pegawai Minimarket di wilayah Kelapa Dua. 

BACA :  Jaman Sebut Beberapa Daerah di Serang Rentan Paham Radikal

Iwan bersama 4 orang temannya, urung divaksinasi setelah pihak panitia mengatakan bahwa jatah vaksin sudah habis. 

Padahal, ia sudah didata melalui tempat kerjanya untuk bisa mengikuti vaksinasi massal tersebut. 

“Kalau kami sih baru datang tapi buat kemarin di data, ini ada form nya juga tapi nggak bisa divaksin. Tolong mas yang seperti ini juga dimuat jangan cuma berita yang bagusnya aja,” Ketusnya.

Sementara, pantauan di lokasi hingga pukul 15.30 WIB warga yang ingin mendapat vaksin gratis masih terus berdatangan. Namun, pihak panitia langsung menutup rapat pintu masuk ke area vaksinasi. 

Bahkan warga yang memaksa masuk ke area vaksinasi harus rela mendapat perlakuan tak mengenakan dari petugas yang berjaga.

BACA :  Irna: Kritiknya Harus Idealis Jangan Ditumpangi

Hingga berita ini publish Bantenhits masih mengupayakan konfirmasi pihak Satgas Covid-19.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler