Connect with us

Berita Terbaru

Tak Terima Disebut Ponpes Penerima Hibah Fiktif, Puluhan Kiyai Laporkan Pegiat Anti Korupsi ke Polda Banten

Published

on

Pegiat Anti-korupsi di Banten Uday Suhada Dilaporkan ke Polda Banten oleh Para Kiyai di Kecamatan Padarincang dan Pabuaran (Foto:Dok.Pribadi)

Serang – Puluhan kiyai pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Pabuaran dan Padarincang, Kabupaten Serang, melaporkan Direktur Eksekutif Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP) Uday Suhada ke Polda Banten.

Laporan itu menyusul terkait pernyataan Uday
yang menuding ada 46 lembaga Ponpes di Kecamatan Pabuaran dan Padarincang, Kabupaten Serang, penerima dana hibah Ponpes 2018-2020 fiktif. 

Pimpinan Ponpes Almuhajirin, Kecamatan Padarincang, KH. Juher mengatakan, pernyataan Uday dinilai menggangu dan membuat gaduh masyarakat, ditambah Uday menyebutkan nama daerah, yakni, Kecamatan Pabuaran dan Kecamatan Padarincang. 

Selain melaporkan Uday atas pernyataannya tersebut, mereka juga ingin menunjukkan bahwa 46 Ponpes yang terdiri dari 28 Ponpes di Kecamatan Pabuaran dan 18 Ponpes dari Kecamatan Padarincang, yang dianggap fiktif itu tidak benar. 

BACA :  Operasi Lilin 2015 di Kota Tangerang Dimulai

“Datang ke Polda Banten untuk melaporkan atas perkataan Uday Suhada. Yang dikatakan gaib oleh Uday Suhada itu pesantren mana dari siapa dasarnya apa,” katanya kepada awak media belum lama ini.

Dalam pernyataan Uday dibeberapa media menyebutkan, bahwa pria kelahiran Kabupaten Pandeglang itu telah melakukan investigasi di dua Kecamatan tersebut. Namun,

KH. Juher juga mempertanyakan kapan pegiat anti korupsi itu melakukan investigasi ke dua Kecamatan tersebut. Sebab para pimpinan Ponpes mengaku tidak pernah bertemu dengan Uday.

“Teman-teman yang di Padarincang semuanya merasa belum pernah bertemu Uday. Bahkan sampai sekarang Uday itu orang mana ketemu juga gak pernah. Makanya aneh, sehingga kami datang kesini takut salah melangkah,” ujarnya.

BACA :  Pimpinan KPK Bahas Jual Beli Jabatan Saat Rakor Pemberantasan Korupsi di Banten

Saat ini kondisi masyarakat khususnya kalangan santri, merasa geram dengan apa yang dituduhkan Uday. Beruntung masih bisa diredam oleh para pimpinan Ponpes. 

“Wajar kami merasa tersinggung merasa terhina, merasa dianggap apalah oleh Uday Suhada,” tandasnya.

Menanggapi laporan tersebut Direktur Eksekutif ALIPP Uday Suhada mengaku siap mempertanggungjawabkan atas pernyataan dirinya yang menduga ada sejumlah pesantren fiktif di daerah Pabuaran dan Padarincang tersebut.

“Sebagai warga negara yang tunduk pada aturan hukum yang berlaku, saya akan pertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Uday menjelaskan, dalam hal ini, yang harus dipahami dari konteks pernyataan dirinya itu, dasarnya dari data penerima hibah.

“Yang harus dipahami bersama, bahwa yang saya sebut 46 Ponpes piktif itu dasarnya dari data penerima hibah,” ujarnya.

BACA :  Jokowi Cairkan Anggaran BPJS Kesehatan Maret dan April 2019

Uday menjelaskan, dirinya juga mengetahui bahwa Pondok Pesantren dari Kiyai yang melaporkannya itu ada alias tidak goib. Kata Uday, pihaknya dalam hal ini juga tidak pernah mempersoalkan Ponpes yang ada bentuknya.

“Mereka yang menjadi Pelapor itu saya tau Ponpesnya riil ada. Karena saya tidak pernah mempersoalkan Ponpes yang nyata adanya. Tapi gak apa-apa, saya hormati itu,” tutupnya.

Editor : Engkos Kosasih



Terpopuler