Connect with us

Berita Terbaru

RSU Labuan Akan Dibangun, Pedagang Kaki Lima Diminta Isi Shelter Tsunami

Published

on

Kondisi Gedung RSU Labuan yang Bakal Kembali Dibangun. (BantenHits.com/Samsul)

Pandeglang – Rumah Sakit Umum (RSU) Labuan, Pandeglang, dikabarkan akan kembali dibangun oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten. Adanya wacana tersebut, para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di kawasan gedung tersebut disuruh pindah ke gedung shelter tsunami.

Pantauan BantenHits.com, di Gedung RSU yang sudah tahunan terbengkalai dipasang spanduk sebagai peringatan kepada para PKL yang menempati bangunan tersebut, agar segera membongkar dan memindahkan lapaknya.

Camat Labuan, Ace Jarnuji membenarkan bahwa para PKL yang menempati lahan RSU Labuan, disuruh pindah dan membongkar lapaknya sendiri. Hal itu diberitahukan, mengingat akan dibangunnya kembali RSU Labuan. 

BACA :  Satu Rumah di Panimbang Ludes Terbakar

“Di lokasi juga sudah dipasang spanduk pemberitahuan kepada para PKL di sana (RSU Labuan) untuk pindah,” ungkap Camat, Sabtu 12 Juni 2021.

Lanjut Camat, kaitan dengan PKL di lokasi bangunan RSU Labuan yang disuruh pindah, Pemda Pandeglang akan merelokasi PKL ke shelter tsunami. Saat ini, kata dia, tengah dilakukan penyekatan kios disana.

“PKL direlokasi ke shelter tsunami. Itu hasil audiensi kami dengan para pedagang kemarin,” ujarnya.

Diakuinya, pihaknya juga belum bisa memastikan kapan akan dimulainya pembangunan kembali RSU Labuan tersebut. Ditambah pejabat di Dinkes Banten yang membidangi kaitan masalah RSU Labuan itu dikabarkan mengundurkan diri.

“Kebetulan dengan kasus kemarin itu kasus pengadaan masker jadi ramai-ramai para pejabat mengundurkan diri, salah satunya yang membidangi kaitan masalah itu,” katanya.

BACA :  Kecamatan Karawaci Awali 'Paten' di Kota Tangerang

Untuk diketahui, RSU Labuan pertama dibangun pada tahun 2013 lalu, dengan menelan anggaran sebesar Rp 6,2 miliar. Akan tetapi, RSU Labuan belum pernah difungsikan.

Editor : Engkos Kosasih



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Terpopuler