Connect with us

Berita Terbaru

Wacana Penerapan PPN Sembako Bikin Pedagang di Kabupaten Pandeglang Pusing

Published

on

Pedagang di Pasar Badak Pandeglang Mengeluhkan Kenaikan Sejumlah Komoditas Sayuran (dok. BantenHits)

Pandeglang – Para pedagang di Kabupaten Pandeglang menolak rencana pemerintah mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) atas barang bahan pokok atau sembako dari sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan.

Kebijakan itu tertuang dalam rencana perluasan objek PPN yang diatur di Revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Salah seorang pedagang sembako di pasar Badak Pandeglang, Aas mengaku, pusing dan tidak setuju dengan rencana pemerintah yang akan menerapkan pajak sembako tersebut.

Hal itu kata Aas, bakal memberatkan bagi dirinya dan pelaku usaha sembako yang lain.
Ditambah di masa pandemi COVID-19, daya beli masyarakat menurun.

BACA :  Polres Cilegon "Tindak" Muda-mudi yang Asik Kongkow di Tengah Pandemi Virus Corona

“Kami tidak setuju dengan penerapan pajak sembako oleh pemerintah. Dimasa sulit seperti ini, daya beli masyarajat turun lalu dikenakan pajak juga, mau bagaimana nanti nasib usaha kami,” ungkapnya, Senin 14 Juni 2021.

Menurut dia, kebijakan tersebut akan semakin menyulitkan prekonomian masyarakat dimasa pandemi COVID-19 ini. Untuk itu, ia berharap pemerintah membatalkan rencana penerapan pajak sembako tersebut.

“Selain daya beli yang sekarang ini menurun, harga juga tidak stabil, lalu jika pajak sembako diterapkan maka beban kami akan bertambah. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah membatalkan rencana itu (penerapan pajak sembako),” harapnya.

Pedagang sembako lainnya, Sam’un mengaku, tidak setuju dengan rencana pemerintah yang akan menerapkan pajak sembako tersebut. Lantaran kebijakan itu akan semakin menyulitkan ekonomi warga terutama bagi pelaku pedagang kecil.

BACA :  Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Wilayah Lebak Selatan

“Kalau pajak sembako diterapkan, mau tidak mau kami juga harus menaikan harga. Tentu hal itu berat bagi kami, daya beli masyatakat juga akan semakin menurun, bisa – bisa usaha kami gulung tikar,” tandasnya.

Editor : Engkos Kosasih



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler