Connect with us

Berita Terbaru

Ada UstadzPreneur hingga Aplikasi Muslim, Banten Bisa Tiru Ide-ide KADIN Kota Palembang Kembangkan Ekonomi Syariah

Published

on

KADIN Kota Palembang menggelar Webinar Ekonomi Syariah untuk Bangkitkan UMKM bersama KADIN Kota Palembang, Sabtu, 19 Juni 2021.(Istimewa)

Palembang – Pengusaha-pengusaha di Banten mungkin bisa meniru lompatan-lompatan yang dilakukan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Palembang.

Saat ini KADIN Kota Palembang salah satunya telah sukses mengembangkan program UstadzPreneur yang menjadi tonggak pengembangan ekonomi syariah di Kota Palembang.

Hal tersebut Ketua KADIN Kota Palembang, H. M Akbar Alfaro, B.Bus, M.M saat Webinar Ekonomi Syariah untuk Bangkitkan UMKM bersama KADIN Kota Palembang, Sabtu, 19 Juni 2021 seperti dilansir dalam keterangan tertulis kepada BantenHits.com.

“KADIN Kota Palembang berkomitmen KADIN Kota Palembang untuk menjadi bagian penting dalam program pengembangan ekonomi syariah, terutama untuk pemberdayaan dan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),” katanya. 

Menurutnya, webinar yang merupakan kelanjutan kerjasama (MoU) antara KADIN Kota Palembang di bawah payung Kadin UstadzPrenuer Kota Palembang dan Superhand, Aplikasi Muslim karya anak bangsa terbesar di Indonesia, yang merupakan wujud konkret upaya KADIN Palembang untuk mendorong kebangkitan UMKM melalui pengembangan ekonomi syariah.  

BACA :  Buruan Urus Kendaraannya! Hingga Akhir Tahun 2020, Pemprov Banten Bebaskan Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Lebih lanjut Akbar menjelaskan, di masa Krisis dan turbulensi ekonomi akibat Pandemi Covid-19 seperti saat ini, sektor UMKM menjadi garda terdepan dalam mempertahankan stabilitas ekonomi nasional dan keberadaan UMKM menjadi sangat vital. Karena kontribusi dari UMKM telah mencapai 60% Produk Domestik Bruto (PDB).

“Di saat sebagian perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan, UMKM punyai peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional” ujar anggota DPRD kota Palembang ini.

Menurutnya, UMKM umumnya dibangun dan dijalankan sebagai alternatif saat sulitnya mencari pekerjaan. Dan UMKM juga kerap menjadi alternatif untuk mengurangi angka pengangguran di masyarakat.

“KADIN kota Palembang sangat konsen untuk pemberdayaan dan pengembangan UMKM dan pengembangan ekonomi syariah. Karenanya, kita ada potensi besar ekonomi syariah untuk membantu membangkitkan UMKM, kita ingin mengambil bagian penting dalam program pengembangan ekonomi syariah tersebut,” jelas Akbar.

Salah satu skema pengembangan ekonomi syariah yang dilakukan KADIN Kota Palembang. (Istimewa)

Pada kesempatan yang sama, Jamil Abbas, B.Comm, MBA, Deputy Director – Islamic Financial Inklusion, Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS) menjelaskan tentang kebijakan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia dan fungsi KNEKS sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi syariah nasional dibawah payung peraturan presiden no. 27 tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah.

BACA :  Alih-alih Sewa Truk untuk Angkut Hewan Kurban, Komplotan Maling di Cilegon Beraksi Bak Film Sinetron

Menurutnya, Model pengembangan ekonomi syariah bukan hanya bank syariah yang merupakan bagian keuangan islam yang bersifat komersial (islamic commercial finance), tapi ada juga model pengembangan keuangan islam yang bersifat sosial (islamic social finance) yang potensinya masih sangat besar untuk dikembangkan.

“Ekonomi Syariah bukan semata-mata hanya Bank Syariah, karena itu (bank syariah) hanya salah satu bagian kecil dari pengembangan ekonomi syariah,” ujar Jamil Abbas.

Model pengembangan ekonomi syariah, lanjutnya, terletak pada dua aspek penting, yakni Baitul Maal dan Tamwil (BMT), dimana Maal adalah aspek sosial yang pengembangannya bertumpu pada Zakat, Infaq, Shodaqoh, Wakaf (Ziswaf), Donasi, dan CSR sebagai donor. Sementara Tamwil merupakan aspek komersil yang bertumpu pada investor, perbankan syariah, ataupun keuangan anggota karena menyangkut aspek untung rugi (komersial).

BACA :  Terpilih Jadi Wakil Walikota, Sanuji Pentamarta Bakal 'Mati-matian' Bangun Kota Cilegon

“Inilah inti ekonomi syariah untuk solusi pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Di lain pihak, Supardi Lee, Direktur Baitul Maal Bestari yang juga sebagai penggagas Gerakan Baitul Maal Masjid Indonesia menjelaskan tentang aspek penting Baitul Maal yang merupakan aspek sosial keuangan islam yang bertumpu pada pengembangan Ziswaf untuk membantu UMKM tumbuh, mulai dari nol hingga menjadi lebih kuat dan berdaya.

Menurutnya, potensi untuk pengembangan baitul maal masih sangat besar, dan bisa dikembangkan, apalagi jika didukung oleh pengusaha-pengusaha yang tergabung dalam KADIN Palembang. Karena biasanya, walaupun ekonomi lagi sulit atau usaha sedang turun, masyarakat kita tetap menyalurkan zakat, infaq, dan sedekahnya.

“Walaupun ekonomi lagi turun, potensi Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf masih sangat tinggi untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Karenanya, baik Jamil Abbas maupun Supardi Lee sangat mendukung langkah awal Kamar Dagang & Industri (KADIN) kota Palembang, yang merupakan induk organisasi pengusaha dan organisasi perusahaan, untuk mengambil bagian penting dalam pengembangan ekonomi syariah untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengembangan usaha UMKM di Indonesia terkhusus kota Palembang.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler