Connect with us

Berita Terbaru

Gak Inget Mati! Begini Jadinya Nasib 60 Orang yang Nekat Dugem Meski COVID-19 Lagi Gila-gilanya di Kabupaten Tangerang

Published

on

60 orang kepergok berada di tempat hiburan malam di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Ahad dini hari, 20 Juni 2021. Foto ilustrasi: tempat hiburan malam di Kota Serang kepergok jajakan miras. (Istimewa)

Tangerang – COVID-19 menggila lagi di Kabupaten Tangerang dan wilayah Tangerang lainnya, seperti Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Peningkatan kasus terjadi sejak akhir Mei 2021.

Meski COVID-19 sedang gila-gilanya, namun 60 orang ini tetap nekat dugem alias menikmati dunia gelap malam di sebuah tempat hiburan malam di Kawasan Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Ahad dini hari, 20 Juni 2021.

Hal tersebut diketahui setelah jajaran Polres Tangsel, TNI, dan Satpol PP Kabupaten Tangerang melakukan razia.

BACA :  Selfie di Jembatan Pelangi Pandeglang, Pelajar MTs Mathla'ul Anwar Tewas Tenggelam

Pengelola Kunci Pintu

Dikutip BantenHits.com dari Kompas.com, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Imanuddin mengatakan pengelola tempat hiburan malam itu mulanya bertindak tak kooperatif.

Kata dia, pengelola awalnya mengunci tempat hiburan malam itu dari dalam sehingga aparat yang bertugas tidak bisa masuk.

“Namun demikian, setelah dilakukan negosiasi dan penjelasan kepada mereka, lalu kemudian mereka membuka pintu tersebut dan kami bisa masuk,” kata Iman.

Iman menyatakan, penggerebekan tersebut dilakukan dalam rangka penertiban kerumunan masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

“Pada saat kami melakukan kegiatan penertiban, ada salah satu tempat hiburan yang mana di dalamnya ada yang melakukan kegiatan hiburan,” papar Iman.

“Terdapat kurang lebih 60 orang yang berada di lokasi tersebut,” sambungnya.

BACA :  Biaya Tanggungan BPJS Bengkak, Jokowi: Akibat Kurangnya Kesadaran Masyarakat

Iman menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan 60 orang tersebut dan meminta keterangan mereka.

Ke-60 orang tersebut juga bakal menjalani tes untuk mengetahui apakah menyalahgunakan narkoba.

“Akan kami lakukan tes atau uji laboratorium apakah ada penyalahgunaan narkoba,” sebut dia.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler