Connect with us

Berita Terbaru

Harga Si Melon Tetap Gila-gilaan Capai Rp 35 Ribu di Pandeglang, Wakil Rakyat Desak Agen Lakukan Ini

Published

on

Foto ilustrasi: warga Kampung Cipacing, Desa Ciputri, Pandeglang terpaksa antre untuk dapatkan gas elpiji 3 kilogram.(Dok.BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Harga Si Melon alias gas LPG ukuran 3 kilogram di Kabupaten Pandeglang masih dikeluhkan warga karena mencapai Rp 30-35 ribu.

Belum ada langkah konkret dari pemerintah dalam menangani harga gas subsidi tersebut, meski beberapa waktu lalu DPRD Pandeglang sempat melakukan hearing dengan Hiswana Migas, Disperindagpas Pandeglang serta pihak terkait lainnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi II DPRD Pandeglang, Humaedi meminta kepada agen dan pangkalan gas Lpg 3 Kg memasang plang harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal itu, supaya masyarakat atau konsumen tahu berapa harga gas LPG yang sesungguhnya.

“Harga gas LPG saat ini masih menjadi keluhan masyarakat konsumen. Lantaran harga di eceran masih tinggi. Untuk itu saya meminta agar pangkalan dan agen memasang plang harga sesuai HET secara permanen,” ungkapnya, Senin 21 Juni 2021.

BACA :  Sudah Lima Aset Pemkab Pandeglang Digugat Warga

Jika masyarakat tahu harga gas LPG yang sebenarnya, lanjut Humaedi, nantinya tidak ada permainan harga oleh pengecer di lapangan. Sehingga masyarakat pun tidak merasa dicekik dengan harga gas melon tersebut.

“Jika dipasang plang harga dan diketahui oleh masyarakat. Nantinya tidak ada bakalan yang memainkan harga di lapangan,” katanya.

Menurutnya, persoalan tingginya harga dan kelangkaan gas LPG ukuran 3 Kg hingga saat ini masih dirasa oleh masyarakat. Selain mendesak para agen dan lapak memasang plang harga, Disperindag Pandeglang juga harus menyelesaikan persoalan tersebut.

Politisi PKB itu menambahkan, saat ini ekonomi masyarakat sedang mengalami kesulitan, karena adanya pandemi COVID-19. Sehingga masalah harga gas LPG 3 Kg yang saat ini terjadi semakin memberatkan beban kebutuhan masyarakat.

BACA :  Penyelundupan 1 Ton Sabu di Anyer Serang Manfaatkan WNI

“Eksekutif juga harus dapat menangani persoalan tingginya harga gas melon itu. Jangan sampai harga LPG mencekik masyarakat terutama masyarakat kecik di tengah musim yang sulit ini,” tegasnya.

Diketahui dari beberapa konsumen gas LPG 3 Kg di wilayah Kecamatan Pagelaran dan wilayah lainnya, harga gas LPG 3 Kg bervariatif ada yang seharga Rp 30 ribu bahkan ada juga yang harga Rp 35.

“Harganya tidak stabil. Ada yang menjual Rp 30 ribu bahkan ada juga Rp 35 ribu. Kami harap ada penanganan dari pemerintah supaya harga gas tidak terlalu tinggi,” harapnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Terpopuler