Connect with us

Berita Utama

Krisis Stok Darah di Tengah Lonjakan COVID-19, PMI Banten Minta Pemda Turun Tangan

Published

on

Ketua PMI Banten, Ratu Tatu Chasanah meninjau stok darah. Tatu mengatakan jajarannya mengalami stok darah, padahal permintaan darah meningkat seiring lonjakan kasus COVID-19 di Banten. (Istimewa)

Tangerang – Palang Merah Indonesia atau PMI Banten memastikan seluruh unit donor darah (UDD) mengalami krisis stok darah. Padahal permintaan darah mengalami lonjakan di tengah kasus COVID-19 yang tengah meningkat.

Berkaca dari kondisi kekinian itu, Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah mengajak pemerintah daerah (Pemda) turun tangan mengatasi minimnya stok darah.

“Kami minta seluruh pemerintah daerah, provinsi dan kabupaten/kota bersama-sama mengatasi minimnya stok darah di UDD PMI. Kita harus turun tangan bersama,” kata Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah melalui keterangan tertulis, Minggu, 20 Juni 2021.

BACA :  Duh, Sudah Lima Tahun Siswa SMA Negeri 2 Cijaku Lebak Menumpang di Madrasah

Menurutnya, PMI merupakan organisasi yang diperintahkan Pemerintah untuk memberikan pelayanan transfusi darah. Namun dalam menjaga kestabilan stok darah, merupakan tugas bersama. Seperti TNI-Polri, Tatu berharap, kepala daerah juga mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk rutin donor darah.

Atas stok darah yang minim saat pandemi, PMI telah membuat kebijakan agar masyarakat yang membutuhkan darah, menyediakan pendonor.

“Pemerintah daerah harus bisa terlibat juga dalam penanganan kekurangan stok darah, agar bisa bergerak cepat mengajak masyarakat untuk bisa mendonorkan darahnya. Ini harus menjadi perhatian khusus, agar ada peningkatan pendonor walaupun di tengah pandemi Covid-19,” tegasnya.

Kamis, 17 Juni 2021 lalu, Tatu bersama pengurus PMI Banten meninjau UDD PMI Kota Tangerang. UDD terbesar di Banten ini telah meraih sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM RI.

BACA :  Kanit Lantas Polsek Cipondoh Tangerang Tewas Tembak Kepala Sendiri

“Sistem pengolahan darah di UDD Kota Tangerang ini sudah sesuai standar. Tidak semudah yang kita bayangkan, semua melalui proses sterilisasi dan pengujian dengan teknologi, sehingga darah yang dihasilkan, benar-benar aman diterima oleh yang membutuhkan,” ujarnya.

Tatu juga mengajak para penyintas Covid-19 untuk melakukan donor plasma konvalesen. “PMI Kota Tangerang juga terus menjalankan progran donor Plasma Konvalesen. Plasma ini dibutuhkan untuk menolong saudara kita yang sedang berjuang sembuh dari infeksi Covid-19,” ujarnya.

Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah mengaku terus berupaya melakukan pemenuhan stok darah, termasuk plasma konvalesen secara masif. Ia sependapat, butuh kebijakan pemda untuk mengatasi minimnya stok darah.

” Untuk mengatasi minimnya stok darah, kami lakukan berbagai program, tidak hanya bekerja sama dengan berbagai pihak, juga hingga door to door, mendatangi keluarga yang mau donor darah,” ujarnya.

BACA :  Dishub Cilegon Jamin Proyek Rehabilitasi TTM Tidak Ganggu Arus Mudik Lebaran

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler