Connect with us

Berita Terbaru

Mengenal Alina, Gadis Cantik di Cilegon Getol ‘Bereksperimen’ hingga Bermimpi Jadi Entrepreneur Sukses di Tanah Air

Published

on

Sadira Alina. (Dok. Pribadi)

Cilegon – Enterpreneur. Ya profesi itu kini tengah banyak digandrungi masyarakat. Tak sedikit dari mereka juga yang bercita-cita menjadi Entrepreneur yang sukses.

Salah satunya Sadira Alina. Gadis berusia 17 tahun itu bercita-cita menjadi Entrepreneur.

Ya hal itu terbukti dengan gaya berfikir Alina. Meski baru menginjak usia 17 tahun, Alina getol mengasah kreativitas dan terus berinovasi untuk menciptakan suatu perubahan dengan memanfaatkan peluang dan sumber-sumber yang ada untuk menghasilkan nilai tambah bagi diri sendiri dan orang lain, serta memenangkan persaingan.

“Cita-cita sih pengen banget jadi enterpreneur,” kata Alina kepada wartawan, Selasa, 22 Januari 2021.

Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kota Serang yang kini duduk di bangku kelas 11 IPA 6 itu selalu penuh motivasi dan inovasi dalam setiap aktivitasnya.

Di sekolah yang dikenal dengan julukan Smansa tersebut, remaja kelahiran 2004 itu saat ini tengah menggeluti dunia sinematografi yang merupakan salah satu ekstra kurikuler (ekskul) hobinya. Dimana dalam ekskul yang bernama Smansa Film Maker itu, Alina dipercaya sebagai ketua sejak September 2020.

BACA :  Cara Jamaah Haji Lebak Meriahkan HUT RI di Tanah Suci, Ziarah ke Makam Syeikh Nawawi Al-Bantani Hingga Pakai Pita Merah Putih

“Memang suka, seneng nonton film gitu, kebetulan ikut ekskul film pendek. Sebetulnya sudah dari SD (Sekolah Dasar) itu suka banget nonton film, kaya genre film biografi Habibi Ainun, Tjokroaminoto, terus genre action, komedi juga suka,” ujarnya.

Berbagai kegiatan sekolah kerap diabadikan Alina bersama dengan teman-temannya di ekskul Smansa Film Maker menjadi dokumentasi dalam bentuk visual.

Selain itu, berbagai ajang festival film pendek juga diikutinya untuk mewakili sekolah melalui Smansa Film Maker, salah satunya yakni dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMA se Provinsi Banten pada tahun 2021.

“Awalnya termotivasi sama temen. Terus mulai ikut garap film pendek sejak gabung di Smansa Film Maker, pernah ikut juga untuk festival film di Universitas Moestopo Beragama. Sekarang ini yang terdekat baru aja ikut lomba film pendek di FLS2N,” katanya.

Pada FLS2N tingkat SMA tersebut, anak kedua dari pasangan Widi Hartono dan Tri Lestari Wulan Dewi itu menjadi salah satu siswa yang mewakili Kota Serang untuk mengikuti ajang kreatifitas dalam membuat sebuah karya sinematografi dengan durasi singkat.

BACA :  Peringati Hari Bhakti Pemasyarakatan Secara Virtual, Kalapas Kelas IIA Serang: Harapkan Warga Binaan Diterima di Tengah Masyarakat

“Kemarin ini Smansa Film Maker mewakili Kota Serang buat ikut lomba film pendek di FLS2N,” tutur Alina.

Film pendek berjudul Titik Terang yang diproduksinya bersama seorang teman di ekskul Smansa Film Maker, Rafif Nur Tahta Bagaskara itu, berhasil menjadi juara pertama pada ajang FLS2N tingkat SMA se-Provinsi Banten yang digelar pada 15 Juni 2021 lalu.

“Garap bikin film pendeknya itu cuma berdua saja sama teman yang juga ikut ekskul Smansa Film Maker. Mulai dari tim produksi dan aktornya juga cuma berdua saja. Tapi ada juga pas pengambilan gambar yang dibantu sama teman-teman lain,” katanya.

Alina menceritakan, film pendek berdurasi 3 menit 37 detik yang berhasil menduduki peringkat pertama dalam ajang FLS2N tersebut terinspirasi dari pengalaman yang dirasakan para pelajar saat ini.

Dimana siswa saat ini harus menghadapi kesulitan dalam menjalani pola pembelajaran jarak jauh akibat pandemi Covid-19.

“Kita ingin menyampaikan, dalam film Titik Terang itu bahwa jalan keluar itu selalu ada disetiap permasalahan, tugas kita untuk berusaha semaksimal mungkin, mencari secercah cahaya untuk bangkit kembali,” ujarnya.

BACA :  Dua Sosok Penting di Kab. Tangerang Gagal Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua, Siapa Itu?

Alina mengatakan, film pendek yang menghabiskan proses waktu 10 hari produksi itu dapat ditonton langsung di link https://youtu.be/OYfkoMJkmG4.

“Yang mau tau filmnya bagaimana, bisa nonton di Channel Youtube Smansa Filmmaker,” katanya.

Namun demikian, Alina menyayangkan hasil karyanya tersebut hanya terhenti di ajang FLS2N tingkat provinsi saja.

“Tapi sangat disayangkan filmnya engga bisa lanjut, karena tahun ini engga ada FLS2N di tingkat nasionalnya,” ucapnya.

Sementara, Rafif Nur Tahta Bagaskara mengungkapkan, Alina merupakan sosok ulet dan penuh motivasi.

Remaja 16 tahun yang kini duduk di kelas 10 MIPA 2 itu mengatakan, Alina kerap memberikan inovasi dalam karya kreatifnya.

“Orangnya engga malesan lah, cepet, serius dan penuh motivasi,” katanya.

Remaja yang akrab disapa Bagas itu juga mengatakan, dalam proses pembuatan film pendek untuk ajang FLS2N ide serta gagasannya selalu mendapat dukungan dari Alina.

“Selalu dukung kreatifitas kita, Alina dan kakak-kakak kita di Smansa Film Maker itu selalu kasih motivasi buat kreatif,” pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler