Connect with us

Berita Terbaru

Ganti Kartu ATM bjb Magnetic Stripe dengan Debit Chip Sampai 30 Juni 2021, Ini Perbedaannya

Published

on

ATM bank bjb dalam bentuk kartu debit chip. (Foto: istimewa)

Bandung – Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan edaran melalui Surat Edaran (SE) Nomor 17/52/DSKP tentang implementasi Standar Nasional Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number Online (PIN) enam digit untuk kartu ATM dan kartu debit yang diterbitkan di Indonesia, beberapa waktu lalu.

Dalam SE tersebut, perbankan di Indonesia harus melakukan penggantian kartu debit ATM nasabahnya ke dalam bentuk terbaru atau kartu debit chip.

Bank bjb sebagai bank pembangunan daerah di wilayah Jawa Barat dan Banten pun mengimbau kepada para nasabahnya untuk segera melakukan pergantian kartu debit ATM yang semula berbasis magnetic stripe ke dalam bentuk kartu debit chip sebelum 30 Juni 2021 mendatang.

BACA :  Kinerja Dianggap Bagus, Desa Medalsari di Pandeglang Diguyur Bantuan Keuangan Sebesar Rp 240 Juta

Direktur Utama Bank bjb, Yuddy Renaldi menuturkan, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari penggunaan kartu debit terbaru. Salah satunya memiliki daya tahan yang lebih unggul terhadap kerusakan, selain juga memiliki teknologi yang lebih canggih dalam menyimpan data.

“Perbedaan kartu debit atau ATM berbasis magnetic stripes dengan kartu berbasis chip terletak dari tampilan fisiknya. Kartu berbasis 1 memiliki chip di bagian kiri depan kartu ATM yang berfungsi sebagai media penyimpanan data. Sementara kartu magnetic stripes hanya mengandalkan pola garis hitam memanjang pada bagian belakang kartu sebagai penyimpan data”, terangnya melalui keterangan tertulis.

Bila pita hitam dalam kartu berbasis magnetic stripes itu rusak, kata Yuddy, maka ada kemungkinan kartu ATM akan sulit dibaca. Sedangkan chip dalam kartu ATM baru memiliki daya tahan yang lebih unggul terhadap kerusakan.

BACA :  Kakek Renta di Sumur Pandeglang Hidup Sebatang Kara di Gubuk Belakang Kantor Desa

Selain itu, keamanan juga lebih terjamin dalam kartu ATM berbasis chip, karena kartu chip memiliki proses otentifikasi akses ke jaringan ATM maupun EDC. Berbeda dengan kartu ATM magnetic stripe yang belum memiliki sistem proteksi terhadap data yang tersimpan.

Oleh karenanya, data dalam kartu ATM berbasis chip tidak mudah dibaca atau dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Bentuk penggandaan kartu juga sulit dilakukan di kartu ATM berbasis chip.

Pasalnya, data nasabah tersimpan di dalam chip yang memiliki fungsi kriptografi. Keaslian kartu juga dapat divalidasi melalui metode offline CAM dan online CAM.

“Nah, bagi nasabah bank bjb yang akan melakukan penggantian kartu dapat dilakukan di cabang bank bjb terdekat. Syaratnya mudah, cukup membawa KTP, buku tabungan, dan kartu ATM lama. Tidak ada pungutan biaya untuk proses penggantiam kartu,” tandasnya.

BACA :  Indahnya Curug Cinangasih Cileles Lebak; Natural dan Trek Menantang

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler